Ciri-ciri dan Bagian Rumah Adat Kalimantan Tengah

Rumah adat di Kalimantan Tengah biasa disebut rumah Betang. Rumah Betang dihuni oleh masyarakat Dayak terutama yang berada di daerah hulu sungai yang biasanya menjadi pusat pemukiman suku Dayak. Dimana sungai merupakan jalur transportasi utama bagi suku Dayak dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti pergi ke ladang atau berdagang.

Rumah Betang memiliki panggung dan berbentuk memanjang. Panjang rumah Betang biasanya berkisar antara 30-150 meter dan lebar mencapai 10-30 meter. Untuk menopang atapnya suku Dayak biasanya memasang tiang setinggi 3-5 meter.

Rumah Betang bisa menampung sebanyak 100-150 jiwa. Saking banyaknya penghuni rumah Betang terkadang rumah adat khas Kalimantan ini disebut sebagai rumah suku, karena biasanya dihuni oleh satu keluarga besar yang dipimpin oleh seorang tetua yang disebut Pembakas Lewu.

rumah adat kalimantan
riefahmad.blogspot.com

Bagian-bagian Rumah Betang

  • Pusat atau poros bangunan. Tempat ini dipakai sebagai tempat berkumpul serta melakukan berbagai kegiatan baik kegiatan keagamaan, sosial dan lain sebagainya.
  • Ruang Tidur. Ruang tidur dalam rumah Betang disusun berjajar sepanjang bangunan rumah.
  • Bagian Dapur. Menurut mitos suku Dayak, bagian dapur rumah harus menghadap aliran sungai supaya mendapat rezeki.
  • Tangga. Rumah Betang biasanya memiliki tangga yang berjumlah ganjil, ini juga tidak lepas dari kepercayaan suku Dayak.
  • Pante. Tempat menjemur padi, pakaian dan mengadakan upacara adat.
  • Serambi. Yaitu Pintu masuk rumah setelah melewati pante.
  • Sami. Fungsinya sebagai ruang tamu serta tempat menyelenggarakan kegiatan warga.
  • Jungkar. Ruang tambahan yang berada di belakang bilik keluarga.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar