Gunung Slamet : Geologi, Sejarah Letusan, Legenda dan Jalur Pendakiannya

Siapa yang ngga kenal dengan Gunung Slamet. Gunung aktif tertinggi di Jawa Tengah ini memiliki pemandangan alam yang menakjubkan. Kebetulan rumah ku tak jauh dari lokasi gunung Slamet dan pada pagi hari Gunung Slamet terlihat seperti Gunung Fuji di Jepang.

Gunung Slamet dengan ketinggian 3.428 mdpl terletak di antara lima kabupaten, yaitu Kabupaten Brebes, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Brebes, Kabupaten tegal dan Pemalang, Jawa Tengah.

Gunung Slamet menjadi salah satu tujuan utama para pendaki untuk mengasah kemampuan mendaki mereka.  Meskipun jalur yang dilalui lumayan sulit, tidak menghentikan niat mereka untuk menaklukan Gunung Slamet.

Geologi Gunung Slamet

Gunung Slamet
jelajahalamyuk.blogspot.com

Layaknya Gunung aktif lainnya di Pulau Jawa, Gunung Slamet terbentuk dari aktivitas Lempeng Indo Australia pada Lempeng Eurasia di Pulau Jawa bagian selatan. Retakan yang terdapat pada lempeng akan membuaka jalur lava ke permukaan.

Sejarah mencatat, Gunung Slamet pernah meletus pada tahun 1772. Aktivitas terakhir adalah pada tahun 2009, kala itu gunung slamet berstatus siaga. Berdasarkan karakteristik bentang alamnya, gunung Slamet terdiri dari Gunung api Slamet Tua, Gunung Slamet Muda dan Gunung Slamet Menengah.

Catatan Sejarah Letusan Gunung Slamet

Gunung Slamet Meletus
news.metrotv.com

Dalam catatan sejarah, Gunung Slamet pernah meletus sebanyak 25 kali dimulai sejak tahun 1772. Berikut ini data lengkapnya yang dicatat oleh (Kusumadinata 1979, Abdurachman dkk 2007):

  1. 11 s/d 12 Agustus 1771: Letusan abu dan leleran atau kubah lava
  2. Bulan Oktober 1825: Letusan abu
  3. Bulan September 1935: Letusan abu
  4. 1 Desember 1849: Letusan abu
  5. 19 Maret dan 11 April 1860: Letusan abu
  6. Mei, Juni, Nov., Desember 1875: Letusan abu
  7. 21 s/d 30 Maret 1885: Letusan abu
  8. 14 Juli s/d 9 Agustus1904: Letusan abu dan leleran atau kubah lava
  9. Bulan Juni 1923: Letusan abu dan leleran atau kubah lava
  10. Bulan November 1926: Letusan abu dan leleran atau kubah lava
  11. 27 Februari 1927: Letusan abu dan leleran atau kubah lava
  12. 20 s/d 29 Maret dan 8 s/d 12 Mei 1928: Letusan abu dan leleran atau kubah lava
  13. 6,7 dan 15 Juni 1929: Letusan abu dan leleran atau kubah lava
  14. 2 s/d 13 April 1930: Letusan abu dan leleran atau kubah lava
  15. 1 Juli dan 20 September 1932: Letusan abu dan leleran atau kubah lava
  16. 18 Maret,April, 6 Mei, 15 Juli, 4 Desember 1939: Letusan abu
  17. 15 s/d 20 Maret dan 15 April 1940: Letusan abu
  18. Juli, Agustus, Oktober 1953: Letusan abu dan leleran atau kubah lava
  19. 12s/d 13 November, 6 s/d 16 Desember 1955: Letusan abu dan leleran atau kubah lava
  20. 8 Februari 1957 8 Februari: Letusan abu
  21. 17 April, 4 s/d 6 Mei, 13 Oktober, Desember 1958: Letusan abu dan leleran atau kubah lava
  22. Bulan Desember 1960: Letusan abu
  23. Bulan Januari 1961: Letusan abu
  24. Tahun 1966: Letusan abu
  25. Juni, Juli, Agustus 1969: Letusan abu
  26. Bulan Agustus 1973: Letusan abu dan leleran atau kubah lava
  27. 12 s/d 13 Juli 1988: Letusan abu dan leleran atau kubah lava
  28. 23 April – 6 Mei 2009: Letusan abu dan lontaran lava pijar

Ekologi

Gunung Slamet memiliki kawasan hutan Dipterokarp Atas, hutan Montana, hutan  Dipterokarp bukit dan hutan gunung.

Legenda Gunung Slamet

Nama Slamet dalam bahasa Jawa artinya “selamat”. Pemberian nama Slamet pada gunung tersebut disebabkan gunung itu tidak pernah meletus besar dan memberi rasa aman untuk penduduk sekitar. Selain itu kehidupan disekitar gunung slamet juga terbilang makmur, apalagi dengan tanahnya yang sangat subur.

Penduduk sekitar percaya jika Gunung Slamet meletus besar maka pulau Jawa akan terbelah menjadi dua.

Jalur Pendakian

pendakian gunung slamet
catatanhariankeong.com

Gunung Slamet memiliki 3 jalur pendakian yaitu jalur Kaliwadas, jalur Baturaden dan jalur Bambangan. Dari ketiganya, yang paling banyak dipilih pendaki adalah jalur Bambangan karena lokasi yang paling dekat dan jalurnya paling gampang.

Untuk bisa sampai ke Bambangan, jika dari arah Kota/Alun-alun maka naik angkot yang ke arah Bobotsari dan turun di Serayu. Kemudian naik mobil bak langsung mneuju ke arah Desa Bambangan.

Untuk mencapai puncak, Anda harus melewati 8 pos pendakian, yaitu:

  1. Pos Pondok Gembirung
  2. Pos Pondok Walang
  3. Pos Pondok Cemara
  4. Pos Samaranthu
  5. Pos Samyang Rangkah
  6. Pos Samyang Jampang
  7. Pos Samyang Kendil
  8. Pos Plawangan

Tinggalkan komentar