Sejarah IBM

International Business Machines Corporation, yang berjulukan Big Blue, adalah perusahaan bernilai $100 milyar. Karyawan IBM telah memenangi 3 Hadiah Nobel, 4 Turing Award, 5 National Medals of Technology, dan 5 National Medals of Science.Perusahaan ini juga memegang paten yang lebih banyak dibanding perusahaan AS lain yang berbasis teknologi.

Asal-usul IBM kembali  pada tahun 1889, dari paten yang diajukan oleh ahli statistik keturunan Jerman-Amerika, Herman Hollerith. Holerith telah mengembangkan mekanisme listrik di mana data pribadi dapat dikode secara numerik dan disimpan dalam kolom-kolom pada kartu berlubang (punch cards), yang dapat disimpan secara mekanis.

Pada 1890, mesinnya digunakan oleh US Census Bureau untuk mencatat sensus dari 7 menjadi 2,5 tahun. Pada 1896, Hollerith mendirikan Tabulating Machine Company yang menyewakan mesin-mesin dan measok kartu-kartu berlubang kepada biro sensus dan perusahaan asuransi di seluruh dunia.

Pada 1911, Tabulating Machine Company merger dengan International Time Recording Company dan Computing Scale Corporation untuk membentuk Computing Tabulating Recording Corporation.

Pada 1916, perusahaan ini menjual sahamnya di New York Stock Exchange. Nama ini diubah pada 1924 menjadi International Business Machines, dan IBM masuk ke dalam daftar Global 500 versi majalah Fortune.

Tonggak Sejarah IBM

1889: Herman Hollerith mematenkan mesin untuk menyimpan data pribadi pada kartu berlubang

1890: Biro Sensus AS menggunakan mesin buatan Hollerith.

1896: Hollerith mendirikan Tabulating Machine Company.

1911: Perusahaan merger dengan 2 perusahaan lain membentuk Computer Tabulating Recording Corporation.

1914: Thomas J. Watson Sr. bergabung dengan perusahaan ini sebagai general manager.

1916: Perusahaan menjual saham di New York Stock Exchange.

1924: Watson mengubah nama perusahaan menjadi International Business Machines.

1935: IBM mendapat kontrak pemerintah AS untuk mengelola daata pekerjaan 26 juta orang.

1944: Komputer Harvard Mark I yang disponsori IBM melayani militer AS.

1956: Thomas J. Watson Jr. mengambil alih sebagai CEO.

1967: IBM memindahkan kantor pusatnya ke Austin, Texas.

1973: Paten IBM tentang komputer digital kadaluwarsa, mengakhiri monopolinya di pasar peranti keras.

1981: IBM meluncurkan PC.

1993: IBM rugi hampir $5 milyar.

2005: IBM menjual bisnis PC-nya, berkonsentrasi pada superkomputer dan solusi bisnis.

IBM di Bawah Pimpinan Thomas J. Watson Sr.

Hollerith meninggal dunia pada 1929. Ia sebenarnya menentang teknik-teknik hard sales yang dipraktikkan IBM Thomas J. Watson Sr.

Watson bergabung dengan perusahaan ini sebagai general manager pada 1914. Ia seorang penyendiri pengidap asma, yang telah dihukum di bawah legislasi anti-trust untuk aktivitasnya di industri mesin penghitung uang.

Di bawah Watson, Computing Tabulating Recording Corporation tumbuh dan membentuk budaya perusahaan. Ia juga berperan atas perubahan nama menjadi International Business Machines.

Sepanjang tahun 1920-an, IBM mengamankan dominasi pasar dalam negeri maupun luar negeri untuk mesin tabulasi, sistem pencatat waktu, timbangan berat, dan pemotong daging otomatis. Setelah itu IBM berkonsentrasi pada peralatan punch-card.

US Social Security Act tahun 1935 memberi IBM kontrak untuk mengurus data pekerja sebanyak 26 juta orang. Proyek ini membuat perusahaan ini digambarkan sebagai “operasi akuntan terbesar sepanjang masa.”

Watson adalah karakter yang kompleks. Seperti Henry Ford, ia seorang otokrat. Namun di balik itu ia juga pendukung Demokrat yang tetap loyal kepada Presiden Franklin D. Roosevelt dan menjadi penyantun Universitas Columbia. Ia orang yang jujur, simpel,dan percaya akan “perdamaian dunia melalui perdagangan global.”

Begitu dia terpilih di Chamber of Foreign Commerce pada tahun 1930-an, dia dan IBM menjadi dekat dengan Italia Fasis di masa Mussolini dan bangkitnya industri militer Jerman pada masa Hitler. Dianugerahi Orfer of Merit of the German Eagle with Star, Watson menerima jaminan Hitler bahwa tidak akan ada perang, dia pun memperluas operasi IBM di Jerman Nazi dan Perancis.

Tinggalkan komentar