Sejarah ISIS dan Abu Bakar Al-Baghdadi yang Kontroversial

Sejarah ISIS – Islamic State in Iraq and Syam atau yang lebih sering disebut sebagai ISIS adalah sebuah organisasi transnasional yang bermarkas di Raqqa Suriah. ISIS adalah salah satu organisasi yang paling kontroversial di zaman teknologi Informasi saat ini. Mari kita simak lebih jauh tentang sejarah ISIS.

Sejarah ISIS

Semuanya bermula ketika Amerika Serikat dengan negara-negara sekutu yang melakukan invasi ke Irak di tahun 2003. Ketika itu, Irak masih dibawah kepemimpinan Saddam Husain, seorang pemimpin Iraq yang melegenda dan terkenal karena perlawanannya terhadap kehadiran pasukan Amerika Serikat.

Amerika Serikat sendiri berdalih bahwa tindakan mereka menginvasi Iraq dilakukan untuk mencari senjata pemusnah massal. Namun faktanya, mereka tidak menunjukkan bukti apapun mengenai senjata pemusnah massal yang didengung-dengungkan itu.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa invasi Amerika Serikat bukan karena senjata pemusnah massal, melainkan mereka hendak menguasai kilang-kilang minyak di sana, dan menggulingkan Saddam Husain.

Dengan adanya invasi yang bergerak secara brutal dan tanpa adanya itikat baik dari Amerika serikat, maka secara otomatis rakyat Iraq menolak kedatangan tentara Amerika serikat di wilayah negara mereka.

Fraksi-fraksi dan kelompok-kelompok perjuangan-pun bermunculan. Mereka berusaha untuk melakukan perlawanan terhadap pasukan tentara Amerika Serikat yang datang tanpa permisi dan bertindak semena-mena terhadap warga sipil.

Dari sinilah dimulai peperangan dan kekacauan-kekacauan. Setelah Saddam Hussain berhasil digulingkan, pihak Amerika Serikat membuat sebuah pemerintahan boneka, di mana mereka menunjuk pemerintah yang pro terhadap Amerika.

Iraq-pun semakin berkecamuk. Perlawanan demi perlawanan terjadi terhadap pemerintahan pro Amerika. Pihak pemerintahan-pun bertindak offensif dan terus mengitimidasi rakyat Iraq. Di sinilah nantinya akan muncul sejarah ISIS.

Pemimpin ISIS

sumber: indiatimes.com

Salah satu tokoh perjuangan yang banyak diperbincangkan kala itu adalah Abu Mush’ab Al Zarqowi atau Abu Musa Al Zarqawi. Dia adalah tokoh dari kelompok perjuangan Jihad wa tauhid. Tujuan dari kelompok ini adalah membebaskan Iraq dari cengkeraman Amerika, dan mengembalikan Iraq menjadi negara Islam yang damai dan tenteram.

Namun sebelum cita-citanya terwujud, Abu Mush’ab Al Zarqowi meninggal, dan kemudian digantikan oleh Abu Umar Al-Baghdady. Dari kepemimpinannya ini dimulailah gagasan utnuk membentuk negara Islam/ Daulah Islam khususnya di Iraq.

Di bawah kepemimpinan Abu Umar Al-Baghdadi, perjuangan pembebasan Iraq dari penjajah Amerika dan sekutunya terus berlanjut. Para mujahid terus bergerak dan berjuang untuk membebaskan Iraq dari kekacauan dan kekisruhan yang terus dilakukan baik dari pihak pemerintahan boneka, maupun dari sekutu yang meliputi para tentara Syiah.

Kemudian Abu Umar Al-Baghdady-pun tewas, yang kemudian digantikan oleh Abu Bakar Al Baghdady pada 15 Mei 2010. Abu Bakar Al-Bagdady sendiri merupakan seorang yang tak banyak dikenal oleh para Mujahidin senior Jihad Wa Tauhid.

Pada tahun 2011 saat dimulainya revolusi Suriah, para pejuang dari Suriah yang membantu dalam pembebasan Iraq akhirnya kembali ke Suriah untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintahan  Basyar Assad yang kejam dan ototiter terhadap rakyat sipil.

Abu Bakar Al Baghdadi

sumber: cbsnews.com

Tetapi kemudian Abu Bakar Al-Baghdady mendeklarasikan Daulah Islam Iraq dan Syam (ISIS) dan berusaha menghapus fraksi-fraksi jihad yang lain. Suriah-pun menjadi semakin berkecamuk. Kelompok Jihad wa Tauhid yang tadinya bertujuan untuk pembebasan rakyat terhadap penjajahan Amerika dan Pemerintahan menjadi terpecah.

Beberapa kelompok memisahkan diri dari ISIS karena dianggap melakukan berbagai macam tindakan yang menyimpang dari prinsip dasar jihad fisabilillah dan memecah belah kelompok-kelompok para mujahid. Ini menjadi salah satu yang mencoreng sejarah ISIS yang awalnya dibela oleh rakyat.

Bahkan terjadi beberapa kali pertempuran antara ISIS melawan kelompok mujahid seperti Jabah Nusroh, sehingga mereka bermusuhan satu dengan yang lainnya.

Dari sinilah mulai bermunculan fatwa oleh beberapa ulama bahwa ISIS telah menyimpang dan tumbuh menjadi organisasi khawarij. Banyak fraksi-fraksi jihad yang akhirnya berlepas diri dari ISIS, walaupun banyak pula yang masih setia dengan kepemimpinan Abu Bakar Al-Baghdady Al-Quraisyi.

Bagi kita di Indonesia yang awam dan tidak mengetahui secara jelas mengenai polemik yang sebenarnya terjadi di bumi Syam yang diberkahi. Maka kita sepatutnya mengikuti fatwa para ulama yang mempunyai kapasitas pengetahuan yang lebih baik dan lebih berhak memberikan fatwa.

Kita harus tetap mendo’akan yang terbaik bagi saudara-saudara kita yang berada di Suriah. Semoga Allah memenangkan pejuang-pejuangnya, dan memberikan rahmat kepada para rakyat Suriah dan Iraq.

Abu Muhammad Al Adnani

sumber: bbc.com

Salah satu tokoh senior ISIS yang menjabat sebagai juru bicara ISIS Abu Muhammad al-Adnani pernah berdoa. Di mana do’a ini perlu kita ingat yang bunyi redaksinya sebagai berikut:

“Ya Allah, apabila Daulah (ISIS) ini adalah Daulah Khawarij, maka musnahkanlah eksistensinya, matikanlah para pemimpinnya, jatuhkanlah panjinya, dan tunjukkanlah para pejuangnya kepada kebenaran.

Ya Allah, apabila Daulah (ISIS) ini adalah Daulah Islam, yang berhukum dengan kitab-Mu dan sunnah Nabi-Mu, berjihad melawan musuh-musuh-Mu, maka teguhkanlah ia, jayakanlah ia, tolonglah ia, dan berilah kekuasaan di bumi (tamkin), dan jadikanlah ia Kekhilafahan Di Atas Manhaj Kenabian.

Maka ucakpanlah ‘aamiin’ wahai kaum muslimin.

Ya Allah, hancurkanlah semua manusia yang ingin memecah belah barisan para mujahidin, berusaha menceraiberaikan kesatuan kaum muslimin, membuat senang para kaum kafirin, membuat murka para kaum mukminin, dan mengakhirkan jihad selama bertahun-tahun.

Ya Allah bongkarlah rahasianya, tampakkanlah niat buruknya, dan turunkanlah kepadanya kemurkaan dan Laknat-Mu, dan perlihatkanlah kepada kami keajaiban Qudrah-Mu.

Ucapkanlah wahai kaum muslimin: “Amiin”.

Maka mari kita saksikan bahwa eksistensi ISIS semakin meredup, dan Abu Muhammad al-Adnani dikabarkan telah terbunuh di Aleppo pada Selasa, 30 Agustus 2016. Berita ini pertama kali dipublikasikan oleh Amaq News Agency media afiliasi ISIS.

Wallahu’alam bisshowab.

Berikut ini sejarah ISIS secara singkat, sebenarnya masih banyak hal yang perlu di bahas mengenai ISIS ini. Karena masalah yang terjadi bukan karena satu hal. Ada banyak faktor dan latar belakang yang membuat posisi ISIS ini sangat rumit dan kontroversial. Semoga Allah senantiasa memberikan kita petunjuk. Silahkan tinggalkan saran atau kritik di dalam kolom komentar di bawah.