Sejarah Standard Oil

Standard Oil, yang didirikan pada tahun 1870, kelak menjadi salah satu korporasi multinasional yang pertama dan terbesar. Perusahaan ini dibesarkan lewat penaklukan kepentingan yang sukar dikendalikan. Tokoh di balik besarnya perusahaan ini adalah John D. Rockefeller, yang kemudian menjadi orang terkaya di dunia.

Perusahaan ini kemudian menjadi simbol praktik-praktik antikompetisi yang merupakan hasil alamiah dari ekonomi pasar bebas yang tidak diregulasi. Hal ini menjadikannya subjek gugatan anti-trust pertama dan terbesar dlaam sejarah industri Amerika. Perusahaan pun berakhir dipecah menjadi 38 bagian. Beberapa bagian terbesarnya adalah Exxon dan Chevron.

John D. Rockefeller lahir di Richford, New York, pada tahun 1839. Ia adalah seorang anak lelaki dari ibu Baptis yang taat, yang akan mengikat dan memukulnya saat ia tidak patuh. Ayahnya adalah seorang pedagang kayu beristri dua dan penjual minyak ular. Ayahnya sering berdagang dengan putranya dan mencurangi pembeli untuk “membuat mereka cerdas.”

Sejak masih kanak-kanak, Rockefeller jago dalam matematika. Ia bangga bisa “mengalahkan Yahudi” dalam mental aritmatika. Usaha bisnis pertama miliknya adalah menjual kalkun pada usia 7 tahun. Saat berusia 20 tahun, ia meninggalkan pekerjaannya di perusahaan penghasil kapa Cleveland. Ia pun menjalankan bisnis dengan Marine Clark.

Perang Saudara dan pembukaan wilayah Barat merupakan kesempatan yang baik bagi wirausahawan. Dua orang lelaki ini berdagang gandum Ohio, garam Michigan, dan babi Illinois. Dua tahun berikutnya, mereka juga berdagang dan menyuling minyak yang berasal dari ladang yang baru ditemukan di Pennsylvania. Clark kemudian mengingat bahwa Rockefeller adalah orang yang “ekstrem di dalam cara.”

Tonggak Sejarah Standard Oil

1839: John D. Rockefeller lahir.

1865: Rockefeller membeli seluruh saham mitranya Maurice Clark dan terjun ke dalam bisnis bersama Harry Flagler.

1870: Bersama 5 mitranya, Rockefeller mendirikan Standard Oil.

1882: Standard Oil Trust didirikan.

1890: Standard Oil mengontrol lebih dari 90% kapasitas penyulingan Amerika.

1904: Ida Tarbell menerbitkan The History of the Standard Oil Company, yang memaparkan praktik-praktik antikompetisi perusahaan tersebut.

1909: Departemen Kehakiman AS menuntut pemecahan Standard Oil.

1911: Standard Oil dipecah menjadi 38 bagian.

1937: John D. Rockefeller meninggal dunia.

Booming Minyak Pennsylvania

Komentar Clark itu mengontradiksi fakta bahwa ladang minyak Pennsylvania selama lonjakan tahun 1860-an memperlihatkan pandangan yang kotor. Di antaranya pemboran minyak yang bobrok, pengebor yang liar, perjanjian yang diingkari, prostitusi, polusi, dan harga yang tidak terkelola. Satu barel minyak pada waktu itu menjadi lebih murah dari air minum. Dari sinilah frase “the bottom fell out of the market” berasal.

Jenis lingkungan seperti ini mungkin akan membuat ayah Rockefeller, yang senang menipu, mengalami kemajuan pesat. Namun, Rockefeller mudah terbentuk dari lingkungan yang lebih keras.

Pada tahun 1865, dalam usia 26 tahun, Rockefeller membeli seluruh saham Clark yang ogah-ogahan. Ia pun menetapkan kombinasi seluruh aspek bisnis minyak. Bisnisnya meliputi pencarian hingga pemasaran, dan menstandardisasikan pasokan minyak hasil penyulingan.

Senjata utama Rockefeller adalah pendekatan sistematisnya terhadap setiap aspek bisnis. Dia juga dekat dengan Atlantic and Great Western Railroad yang baru diperluas.

Rockefeller sangat dibantu oleh mitra barunya, Harry Fagler, yang semangatnya meluap-luap dan memiliki kepribadian pembajak. Kepribadian Fagler ini melengkapi kepribadiannya Rockefeller. Faglerlah yang mengatakan ungkapan, “Persahabatan yang didasarkan atas bisnis lebih baik daripada bisnis yang didasarkan persahabatan.”

Tinggalkan komentar