Struktur Teks Eksplanasi, Penjelasan, Kaidah dan Contohnya

STRUKTUR TEKS EKSPLANASI – Sebelum membahas mengenai struktur teks eksplanasi, tahukah kamu, apa itu teks eksplanasi dan karangan kesplanarif? Jika belum tahu, mari kita bahas satu persatu terlebih dahulu.

Teks Eksplanasi

struktur teks eksplanasi
pixabay.com | struktur teks eksplanasi

Teks Eksplanasi yaitu teks yang berisi penjelasan-penjelasan tentang proses mengapa dan bagaimana suatu topik yang berhubungan dengan fenomena alam maupun sosial/budaya, serta iptek yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Ciri-cirinya, informasi berdasarkan fakta. Hal yang dibahas dalam teks eksplanasi adalah fenomena yang bersifat keilmuan atau berhubungan dengan pengetahuan; bersifat informatif dan tidak berusaha mempengaruhi pembaca untuk percaya hal yang dibahas; dan terdiri dari pernyataan, urutan sebab akibat, dan interpretasi. (Ahmad Maulana, 2016 tersaji pada www.informasibelajar.com, diakses pada tanggal 1 Februari 2017).

Karangan Eksplanatif

gambar burung hantu struktur teks eksplanasi
pixabay.com | struktur teks eksplanasi

Karangan yang sifatnya menjelaskan hubungan logis dari beberapa peristiwa disebut karangan eksplanatif atau penjelasan. Pada karangan eksplanatif sebuah peristiwa timbul karena ada peristiwa lain sebelumnya.

Kemudian, peristiwa tersebut mengakibatkan terjadinya peristiwa lain sesudahnya. Biasanya teks eksplanasi ditulis untuk menjawab pertanyaan dari kata tanya bagaimana atau mengapa.

Teks eksplanasi sering dipakai dalam karya ilmiah untuk menjelaskan tentang proses terciptanya sesuatu yang terjadi secara alamiah. Misal-nya, tulisan yang memuat proses terjadinya pelangi, sebab-sebab terja-dinya tsunami, dan sebagainya.

Struktur teks eksplanasi, yaitu pernyataan umum, penjelasan, dan penutup.

Contoh:

Davis, sebuah kota kecil di Kalifornia, Amerika Serikat, merupakan kota pertama di dunia yang menerapkan peraturan konservasi energi.

Penerapan peraturan tersebut memelopori perencanaan ekologis yang meng-ubah secara radikal beberapa bagian kota.

Pada umumnya, jalan-jalan di Davis sempit. Hanya mobil bermesin kecil yang boleh lewat. Itu pun tidak melintasi permukiman.

Di samping itu, sistem transportasi umum berjaIan dengan baik. Bahkan, mereka membeli bus tingkat dari London. Setiap penduduk berusaha memperbaiki kualitas hidupnya tanpa merusak lingkungan.

(Dikutip dari majalah Intisari, No. 605 Edisi Februari 2013)

Ciri-ciri Karangan Eksplanatif

  • Karangan eksplanatif menggunakan kata kerja aksi
  • Karangan eksplanatif menggunakan frasa nominal atau frasa adverbial
  • Karangan eksplanatif menggunakan nominal umum dan nominal abstrak
  • Karangan eksplanarif menggunakan konjungsi waktu dan konjungsi sebab-akibat

Struktur Teks Eksplanasi

struktur teks eksplanasi
unsplash.com | struktur teks eksplanasi

Setiap karangan atau laporan pasti memiliki format tersendiri sehingga mudah dipahami oleh orang yang membacanya.

Begitu juga dengan teks eksplanasi, jenis tulisan ini juga digunakan untuk memudahkan orang lain untuk membacanya dengan dibuatlah struktur teks eksplanasi yang berupa : Pernyataan umum, Isi sebab akibat, dan interpretasi (penutup).

1. Pernyataan Umum

Pernyataan umum berkaitan dengan gambaran secara umum kejadian atau kondisi yang sedang diceritakan. Pada bagian ini menjelaskan rentetan-rentetan peristiwa yang terjadi.

Sebut informasi awal menuju pembahasan yang lebih detail. Bisa dikatakan bahwa pada bagian ini merupakan latar belakang peristiwa.

2. Isi Berkaitan Sebab Akibat (penjelasan)

Pada bagian ini akan menjelaskan secara detail kejadian yang sedang terjadi dari awal sampai akhir dengan tuntas. Membedah kronologi peristiwa sampai ke akarnya dari awal sampai akhir.

3. Interpretasi (penutup)

Interpretasi merupakan hasil akhir dari peristiwa tersebut dengan memberikan fakta-fakta yang terjadi sehingga cerita dari kejadian yang terjadi mempunyai titik air.

Interpretasi ini juga menegaskan tentang kesimpulan yang disajikan dari topik yang diangkat.

Kaidah Teks Eksplanasi

struktur teks eksplanasi
pixabay.com | struktur teks eksplanasi

Untuk bisa memahami dan membuat struktur teks eksplanasi dengan baik. Beberapa kaidah mengenai teks eksplanasi sangat perlu diperhatikan supaya teks eksplanasi yang buat sesuai dengan standar yang telah disepakati.

Beberapa kaidah teks eksplanasi yang perlu diperhatikan seperti ejaan, tanda baca, diksi, kohesi dan koherensi dalam suatu paragraf.

  • Ejaan

    Ejaan menggambarkan bunyi bahasa (kalimat,kata, dan lainnya) dengan kaidah tulisan (huruf) yang sudah sudah distandarisasi atau disepakati oleh para ahli sehingga mempunyai makna.

    Ada tiga aspek dalam Ejaan yang perlu di perhatikan, yaitu :
    1. Aspek sintaksis yaitu aspek berupa tanda baca yang menunjukkan ujaran berupa berupa tanda baca.
    2. Aspek morfologis yaitu aspek yang menggambarkan satuan-satuan morfemis.

  • Tanda Baca

    Tanda baca adalah lambang atau tanda yang tidak memiliki hubungan dengan suara (fonem) atau kata dan frasa dalam satu bahasa, akan tetapi memiliki fungsi untuk menunjuk struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga jeda yang dapat di analisis sewaktu-waktu.

    Tanda baca yang ditempatkan pada bahasa, waktu, dan lokasi yang berbeda akan memberikan gaya tertentu yang itu tergantung pada penulis.

  • Disksi

    Ketetapan pilihan kata untuk mengungkapkan sesuatu adalah pengertian dari disksi itu sendiri. Pilihan kata yang dipilih merupakan upaya pemilihan kata si penulis untuk menggambarkan kondisi yang akan dibawa untuk menuliskan alinea, kalimat, atau wawancara.

    Pemilihan diski yang digunakan merupakan unsur yang sangat penting digunakan dalam dunia karang-mengarang atau dalam kehidupan bermasyarakat.

    Pilihan kata atau diksi adalah pemilihan kata-kata yang sesuai dengan apa yang hendak kita ungkapkan. Jika Adan sebagai penulis, pemilihan diksi yang kita pakai harus disesuaikan dengan target tulisan yang hendak kita tuju.

  • Kalimat Efektif

    Kalimat Efektif adalah kalimat yang memuat unsur-unsur S-P-O-K atau kalimat yang memiliki ide atau gagasan pembaca/penulis. Kejelasan kalimat tersebut akan terjamin kalau dalam pembuatan kalimat penulis mengutamakan informasi yang hendak dimuat.

    Ciri-ciri kalimat efektif adalah sebagai berikut :

    • Kalimat efektif memiliki untuk penting atau pokok, minimal unsur subjek dan predikat.
    • Kalimat efektif patuh mengikuti aturan ejaan yang berlaku.
    • Kalimat efektif menggunakan diksi yang sesuai
    • Kalimat efektif menggunakan kesetaraan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis dan sistematis.
    • Kesejajaran bentuk bahasa yang dipakai harus digunakan dalam kalimat efektif.
    • Penghematan kata sangat diutamakan dalam membuat kalimat efektif.
    • Variasi struktur kata perlu digunakan dalam kalimat efektif.
  • Koherensi dan Kohesi dalam Suatu Paragraf

    • Koherensi
      Koherensi atau keterpaduan makna yaitu apabila ada keterpaduan antara gagasan kalimat yang ditutarakan dengan kalimat yang lainnya.
    • Kohesi
      Kohesi (keterpaduan bentuk) berkaitan dengan kata-kata yang digunakan.

Contoh Teks Eksplanasi dengan Struktur yang Benar

gambar tsunami struktur teks
arayquant.com | struktur teks eksplanasi

Tsunami

Tsunami adalah istilah yang berasal dari Negara Jepang yang  terdiri dari dua kata,  yaitu “tsu” dan “nami”. Masing-masing kata tersebut memiliki arti “pelabuhan” dan “gelombang”. Para ilmuwan mengartikan sebagai gelombang laut akibat gempa (sismic sea waves), atau “gelombang pasang” (tidal wave). Tsunami adalah gelombang besar dari laut yang menerjang pantai dengan sangat cepat. Gelombang tsunami terbentuk karena adanya gempa atau gunung merapi yang meletus di bawah laut. Besarnya gelombang tsunami yang terjadi akan mengakibatkan kerusakan yang besar pada lingkungan pantai.

Tsunami bisa terjadi saat dasar permukaan laut naik turun di sepanjang patahan selama gempa berlangsung. Patahan tersebut akan membuat ombak air laut menjadi tidak seimbang. Patahan gempa yang besar akan mengakibatkan tsunami yang besar pula. Beberapa saat setelah gempa, air laut akan surut. Hal ini karena air tersedot masuk ke dalam patahan. Air laut yang masuk ke dalam patahan, akan dimuntahkan lagi keluar dari patahan menjadi ombak yang besar. Selain diakibatkan oleh gempa, tsunami juga diakibatkan oleh letusan gunung berapi bawah laut. Letusan yang diakibatkan oleh gunung merapi akan mengakibatkan air laut di sekitar gunung meluap ke segala arah dan menjadi tsunami. Semakin besar air yang menerjang pantai, maka kerusakan yang akan diakibatkan juga akan semakin besar.

Gelombang tsunami memiliki kecepatan yang hampir sama dengan kecepatan kecepatan pesawat terbang, yakni sampai 700 Km/jam. Kecepatan tersebut akan melambat apabila gelombang tsunami memasuki lautan dangkal, akan tetapi tinggi gelombang semakin bertambah. Tinggi gelombang tsunami sekitar 50-100 meter dan menyebar ke segala penjuru. Tinggi gelombang tsunami juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti bentuk pantai dan kedalaman laut. Gempa bumi dan letusan gunung berapi dasar laut ini sangat berbahaya sekali, karena bisa menimbulkan tsunami dan mengancam kehidupan masyarakat di sekitar pantai.

Tsunami memang telah menjadi ancaman bagi wisatawan maupun masyarakat yang tinggal di pantai. Daerah pantai yang diterjang oleh tsunami akan mengalami kerusakan yang luar biasa. Suatu daerah bisa rata dengan tanah dibuatnya. Oleh sebab itu, kita harus mempersiapkan diri dari segala kemungkinan yang mungkin terjadi. Namun jangan khawatir, tidak semua gempa bumi mengakibatkan tsunami dan tidak semua gunung merapi mengakibatkan gelombang besar.


Demikianlah penjelasan mengenai struktur teks eksplanasi beserta contohnya. Semoga artikel ini bisa membantu dan memberikan pengetahuan baru untuk Anda.

Tinggalkan komentar