Surat Al-Mulk Beserta Keutamaan dan Manfaatnya

Surat Al-Mulk adalah surat yang mengawali juz 29 di dalam Al-Quran dan mempunyai nomor urut ke-67 serta terdiri dari 30 ayat. Al-Mulk sendiri mempunyai arti kerajaan. Kerajaan yang dimaksud disini adalah kerajaan langit dan bumi milik Allah SWT sebagai simbol ke Maha-Raja’an Allah. Surat ini turunnya sebelum periode hijrah loh. Jadi surat ini termasuk dalam surat Makkiyyah.

Walaupun surat Al-Mulk ini hanya memiliki 30 ayat, kamu tidak boleh menganggap surat ini biasa ya. Karena banyak sekali riwayat yang mengungkapkan bahwa keutaaman dan manfaat yang akan kamu dapatkan dari surat ini jika terus senantiasa membaca dan mentadabburinya.

 

Surat yang Diperhatikan Nabi SAW

wallpaperfullscreen.com
wallpaperfullscreen.com

Sebelum membahas surat ini lebih dalam ada baiknya, kamu perlu tahu dengan amalan ini agar manfaat itu dapat kamu rasakan.

Dari Jabir bin Abdillah berkata, “Rasululullah tidak tidur pada malam hari sehingga dia membaca (Alif Laam Miim, Tanzil) dan (Tabaaraka Biyadihil Mulku).” (HR Tirmidzi).

Coba kamu perhatikan hadits di atas, agar manfaat dan keutamaan dari surat ini dapat kamu rasakan. Ada amalan yang harus kamu lakukan seperti yang dicontohkan oleh Nabi SAW. Yaitu surat ini haruslah dibaca secara continue, atau dibaca setiap hari. Luangkan waktu kamu minimal setengah jam saja untuk membaca surat ini setiap harinya.

Memberikan Syafaat bagi Para Pembacanya

litaadwitiaswari.wordpress.com
litaadwitiaswari.wordpress.com

Tahukah kamu bahwa diantara banyaknya manfaat dan keutamaan ternyata yang paling besar adalah di dalam surat ini. Karena surat ini salah satu diantara surat yang ada di dalam Al-Quran yang dapat memberi syafaat bagi pembacanya. Hal ini sebagaimana yang ada di dalam hadits berikut;

“Dari Abu Hurairah, Nabi SAW, beliau bersabda,

“Ada surat di dalam Al-Qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat yang akan memberi syafa’at bagi yang membacanya, sampai ia diampuni, yaitu, ‘Tabaarakalladzii biyadihil mulku..” (surat Al-Mulk)”. (HR Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)

Ternyata hadits ini juga bermakna dengan hadits lain dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Satu surat dalam Al-Quran yang hanya (terdiri dari) tiga pulat ayat yang akan membela orang yang selalu membacanya (kelak di hadapan Allah SWT) sehingga dia dimasukkan ke dalam surga, yaitu surat:”Maha Suci Allah yang di Tangan-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan (Al-Mulk).

Ada juga riwayat lain mengenai kisah sahabat Abdullah bin Abbas. Beliau memberitahukan mengenai tentang keutamaan dari surat ini.

Dari Ibnu Abbas, beliau berkata kepada seseorang, “Apakah kamu mau aku bacakan sebuah hadits yang dapat membuat kamu berbahagia?”

Orang itupun menjawab, “Tentu.”

“Bacalah surat Tabaarakalladzii bi yadihil mulku wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadir (Al-Mulk) hafalkan lalu ajarkanlah kepada keluargamu, anakmu orang-orang dalam rumahmu, dan tetanggamu. Sesungguhnya, surat tersebut memberi keselamatan dan syafa’at pada hari kiamat di hadapan Allah Swt. bagi orang yang membacanya. Surat ini akan memohon kepaa Allah Swt. agar menyelamatkannya dari azab neraka dan Allah akan menyelamatkan orang yang suka membacanya dari azab neraka.” (Musnad ‘Iid ibn Humaid)

Penghalang Azab Kubur

dynaahmad.wordpress.com
dynaahmad.wordpress.com

Selain dapat memberikan syafaat di akhirat kelak, salah satu keutamaan yang akan didapatkan oleh orang yang selalu membaca surat Al-Mulk ini adalah ia akan mendapatkan perlindungan dari azab kubur. Kenapa bisa begitu? Mari simak penjelasan sahabat Rasulullah SAW, sekaligus seorang murid beliau yaitu Ibnu Mas’ud.

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Barangsiapa membaca “Tabarokalladzi bi yadihil mulk” (surat Al Mulk) setiap malam, maka Allah akan menghalanginya dari siksa kubur. Kami di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menamakan surat tersebut “Al-Mani’ah” (penghalang dari siksa kubur). Dia adalah salah satu surat di dalam Kitabullah. Barangsiapa membacanya setiap malam, maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan.” (HR. An Nasai dalam Al Kabir 6/179 dan Al Hakim. Hakim mengatakan bahwa sanad hadits tersebut shahih) Wallahu’alam bissawwab.

Tinggalkan komentar