Misteri Rumah Kapal, Salah Satu Tempat Paling Menyeramkan di Kota Lampung

Lampung adalah salah satu daerah yang terletak di daratan pulau Sumatera. Pulau Sumatera merupakan salah satu dari 5 pulau terbesar di Indonesia, dan Kota Lampung merupakan salah satu bagian kecil dari pulau ini.

Kota Lampung memiliki berbagai macam sejarah dan keunikan tersendiri dibandingkan dengan kota-kota lainnya yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah cerita-cerita misteri yang melegenda dari tempat ini. Salah satu dari tempat misteri yang melegenda itu bernama Rumah Kapal.

Rumah kapal adalah satu bangunan tua yang sudah ada sejak zaman penjajahan Indonesia. Rumah ini terletak di Jl. Rasuna Said, Bandar Lampung.

Konon, masyarakat sering mellihat penampakan-penampakan dan berbagai kejadian-kejadian aneh yang sulit diterima oleh akal di tempat ini.

Diantara penampakan-penampakan yang sering dilihat oleh warga adalah tentang sosok wanita berjubah merah. Sosok wanita berjubah merah itu konon selalu terlihat melintas pada bagian halaman  depan rumah kapal.

Menurut cerita yang beredar, sosok wanita berjubah merah tersebut adalah jin yang menyerupai wanita berjubah merah. Jin tersebut mengambil kesempatan dari kejadian janggal yang telah terjadi sebelumnya.

Kejadian janggal tersebut ialah, cerita mengenai seorang wanita yang dibunuh oleh sekelompok pemuda, setelah sebelumnya diperkosa di dalam rumah kapal tersebut.

Program Dua Dunia Trans7 pernah juga mendatangi tempat ini. |pict by. youtube.com
Program Dua Dunia Trans7 pernah juga mendatangi tempat ini. |pict by. youtube.com

Penampakan tersebut hanyalah sebagian kecil dari  kejadian-kejadian janggal yang terjadi di rumah kapal ini, seperti penampakan sosok naga bertubuh besar, kecelakaan-kecelakaan pengendara yang tak masuk di akal, dan lain sebagainya.

Tapi terlepas dari itu semua, sesungguhnya setan dan jin tidak akan bisa menganggu manusia jikalau manusia itu selalu mengingat naman tuhannya.

Jadi apakah anda akan lari saat melihat penampakan ini, atau berdoa dan berlindung diri kepada sang Rabbi?

Tinggalkan komentar