Tips Memilih Rumah Bersalin yang Aman dan Nyaman

Kelahiran adalah hal yang paling dinantikan pasangan suami istri. Terlebih kelahiran anak pertama dimana ayah dan bunda belum memiliki pengalaman menghadapi persalinan.

Berbagai persiapan seperti menyiapkan pakaian bayi, ranjang bayi, dan perlengkapan bayi lainnya tentu dilakukan dengan sebaik-baiknya. Namun persiapan yang tak kalah penting adalah memilih rumah bersalin.

Rumah bersalin sangat penting untuk mendukung proses persalinan yang aman dan nyaman. Kesehatan bayi dan bunda adalah pertimbangan utama untuk memilih rumah bersalin.

Salah memilih rumah bersalin dapat berefek terhadap kesehatan bayi di masa depan.

Berikut ini beberapa tips memilih rumah bersalin yang aman dan nyaman

Jarak Rumah Bersalin dengan Tempat Tinggal

Biasanya bunda memilih rumah sakit dengan dokter atau bidan yang memeriksa selama masa kehamilan. Hal ini disebabkan dokter atau bidan tersebutlah yang paling memahami riwayat selama masa kehamilan.

Sebenarnya tidak masalah jika bunda memutuskan untuk memilih rumah bersalin yang berbeda dengan tempat pemeriksaan selama kehamilan. Catatan pemeriksaan juga sudah terekam di dalam buku KIA (Kartu Ibu dan Anak). Bahkan foto hasil USG ditempel juga di dalam KIA.

Beberapa tips memilih klinik persalinan sebagai berikut.

Pertimbangkan Jarak

www.wismatemputubontang.blogspot.com

Hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah jarak rumah bersalin dengan tempat tinggal bunda. Kontraksi sebelum kelahiran biasanya terjadi tiba-tiba, sehingga perjalanan menuju rumah bersalin harus cepat.

Sebaiknya pilihlah rumah bersalin yang letaknya dekat dengan tempat tinggal bunda sekaligus mudah untuk dijangkau.

Memperbolehkan Ayah Mendampingi Bunda Saat Melahirkan

www.katasiputri.com

Beberapa rumah bersalin memperbolehkan ayah mendampingi selama proses persalinan. Namun, ada juga yang tidak memperbolehkan seorang anggota keluarga masuk ke dalam ruang persalinan.

Akan lebih baik jika bunda memilih rumah bersalin yang memperbolehkan ayah mendampingi bunda berjuang bertaruh nyawa melahirkan buah hati. Secara psikologis tentu bunda lebih tenang dan siap menghadapi persalinan.

Lain halnya jika ayah enggan mendampingi karena takut. Hal ini dikembalikan lagi antara kesepakatan ayah dan bunda

Mendukung IMD dan Pemberian ASI Eksklusif

www.fridasartika.com

Inisiasi menyusui dini (IMD) merupakan satu jam kehidupan pertama bayi yang sangat penting. Pemerintah sebenarnya sudah mengeluarkan peraturan perundang-undangan bagi tenaga medis untuk melaksanakan IMD.

Namun, pada prakteknya hanya sedikit rumah sakit atau klinik bersalin yang menerapkan IMD. Begitu juga dengan ASI eksklusif. Ada beberapa klinik bersalin nakal yang bekerja sama dengan perusahaan susu formula, sehingga kurang mendukung program ASI eksklusif. Padahal susu formula semahal apapun tidak akan pernah bisa menandingi kandungan gizi susu formula.

Oleh karena itu sebelum hari persalinan, sebaiknya ayah dan bunda menanyakan dengan detail apakah mereka mendukung diterapkannya IMD dan ASI eksklusif.

Rooming-In Pasca Kelahiran

www.mommyluvben.blogspot.com

Rooming-In adalah menempatkan bunda dan bayi pada satu ruangan paska kelahiran. Hal ini penting karena bunda dapat sewaktu-waktu memberikan ASI jika bayi merasa lapar. Selain itu bunda juga dapat dengan leluasa mengawasi bayi yang selama 9 bulan berbagi ruangan di perut bunda.

Namun, jika rumah bersalin yang bunda pilih tidak menerapkan rooming-in, tanyakan dengan detail bagaimana kebijakan rumah sakit jika bayi lapar dan meminta ASI.

Reputasi Baik

www.keluargabahagia.info

Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang reputasi rumah bersalin yang kamu pilih. Kamu dapat mendapatkan informasi baik dari pengalaman tetangga, internet, ataupun teman-teman bunda yang sudah berpengalaman.

Pastikan rumah sakit tersebut memiliki dokter spesialis kandungan, bidan, dan atau perawat yang berkompeten. Selain itu, klinik bersalin juga tidak pernah terjerat kasus hukum seperti penculikan dan tertukarnya bayi.