Tokoh Filsafat Islam yang Menggemparkan Dunia

Filsafat merupakan buah dari pemikiran dan pencarian akan hakikat sesuatu. Filsafat islam sendiri membahan mengenai ketuhanan, kenabi dan kerasulan, manusia dan alam yang bersumber dari ajaran islam sehingga dapat dianggap sebagai pemikiran rasioanal, logis, dan sistematis. Banyak sekali tokoh Filsafat Islam diantaranya adalah Ibnu Sina, Al-Khindi, Al-Farabi dan lain sebagainya.

Ibnu Sina adalah seorang dokter yang pada umur 10 tahun telah menghafal Al-Qur’an. Pada umur 16 beliau menguasai beberapa cabang ilmu diantaranya ilmu kedokteran yang ia pelajari sendiri, kemudian ilmu ukur, sastra arab, fikih, ilmu hitung dan lain sebagainya.

Filsafat Ibnu Sina lebih cenderung membahas tentang jiwa (Al-Nafs), yang pada diri manusia terdapat tiga jiwa.

Pertama jiwa tumbuhan merupakan tingkatan jiwa yang paling rendah dan memiliki tiga daya yaitu daya nutrisi, daya tumbuh dan daya reproduksi, dengan daya ini manusia dapat berpotensi hidup sebagaimana tumbuh-tumbuhan.

Kedua, jiwa hewani mempunyai dua daya yaitu daya penggerak dan daya persepsi. Di dalam penggerakan masih terdapat dua daya lagi yaitu 10 daya pendorong dan kemudian ada daya berbuat.

Hubungan antara keduanya sebagaimana hubungan daya potensi dan aktus, tetapi keduanya bersifat potensial sebelum mencapai implementasinya. Yang pertama merupakan kemauan dan yang kedua merupakan kemampuan. Karena itu Al-Ghazali menyebut yang pertama Iradah dan yang kedua Qudrah.

Ketiga, jiwa rasional Mempunyai dua daya yaitu daya praktis dan 20 daya teoritis. Yang pertama berfungsi menggerakkan tubuh melalui daya-daya jiwa hewani. Dan yang kedua  berfungsi untuk menyerap pengetahuan yang dicapai oleh akal teoritis.

www.satujam.com
www.satujam.com

Ibnu Sina merupakan seorang sufi yang memiliki pemikiran agama yang sangat mendalam, pola fikir beliau mempengaruhi pula jiwa filsafat beliau dalam islam. Ketajaman pemikirannya menjadikan orang yakin dalam memeluk agama. Sehingga Ibnu Rusyd menyebutnya sebagai seorang yang agamis dalam berfilsafat, sementara Al-Ghazali menjulukinya sebagai filosof yang terlalu banyak berfikir.

Pemikiran Ibnu Sina tentang kenabian menjelaskan bahwa nabilah manusia yang paling unggul dan lebih unggul dari filosof sekalipun karena nabi memiliki akal aktual yang sempurna tanpa latihan atau studi keras, sedangkan filosof meraihnya dengan usaha dan susah payah.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai Tokoh Filsafat Islam. Semoga bisa  menambah Wawasanmu agar bermanfaat.

Tinggalkan komentar