Implementasi Niat: Teknik Ampuh untuk Wujudkan Tujuan Hidupmu

Pernahkah kamu mengalami hal ini? Kamu memutuskan untuk mengejar satu tujuan hidup. Kamu sangat bersemangat melakukan berbagai upaya untuk mencapai tujuan itu selama satu minggu, atau mungkin 2 minggu. Lalu setelah itu kamu merasa malas. Sampai akhirnya, bulan demi bulan berlalu dan kamu tidak mencapai kemajuan signifikan dibanding 2 minggu pertama.

Saat kamu mengingat mimpimu lagi, bisa jadi kamu merasa bersalah lalu berhenti. Atau bisa jadi kamu merasa bersalah lalu mencoba lagi. Tapi ternyata kamu berhenti lagi dan lagi.

Apakah ini terjadi karena kamu itu pemalas? Bagaimana kalau ternyata orang-orang yang sukses pun ternyata sama seperti kamu, hanya saja mereka punya “rahasia” yang tidak kamu ketahui? Michael Hyatt, penulis buku Platform: Get Noticed in A Noisy World, dalam blognya menyebutkan kalau “rahasia” ini sebenarnya ada pada 2 kata.

Kata apakah itu? Mari kita gali dulu hal apa yang membuat kita berhenti mengejar tujuan hidup.

Kita gampang sekali jadi bimbang dan keluar jalur, bahkan saat kita sedang mengejar tujuan hidup yang benar-benar berarti bagi diri kita. Masalahnya adalah, perkembangan dalam mengejar tujuan itu butuh kemauan. Sementara kemauan itu seperti otot.

Otot yang dipakai terus-menerus tanpa henti akan kelelahan, bahkan bisa cedera. Oleh karena itu, ada 3 kondisi yang perlu kita bangun dalam mengejar mimpi:

  1. kita perlu terus-menerus membuat kemajuan dalam mencapai tujuan hidup kita,
  2. sambil memberikan istirahat yang cukup bagi kemauan kita,
  3. namun syaratnya jangan sampai kita kehilangan momentum.

Cukup rumit memang, tapi ternyata ada cara untuk mengelola ketiga hal ini.

Beri istirahat yang cukup

http://www.priyankayadvendu.com/
http://www.priyankayadvendu.com/

Seperti Hyatt, saya sangat suka lari. Walau terdengar olah raga yang sederhana, sebenarnya lari itu tidaklah mudah. Saya tahu kalau lari, dan juga setiap olah raga, perlu jadi kebiasaan. Bukan kegiatan sekali waktu. Yang sekarang rajin, bulan depan ogah-ogahan.

Saya tahu kalau saya perlu lari. Namun sayangnya saat cuaca di luar tidak mendukung (misalnya hujan, tapi hujan itu sumber rezeki jadi walau tidak lari tetap perlu disyukuri), saya jadi malas. Saya perlu selalu memutuskan setiap akan lari kalau aktivitas ini baik buatku.

Tampaknya seperti keputusan kecil. Namun para peneliti tentang kemauan sudah lama tahu kalau setiap keputusan yang kita buat itu membuat kita lelah. Jika kita membuat cukup banyak keputusan dalam satu hari, energi kita akan terkuras habis. Akibatnya kita tidak bisa mengambil langkah yang tepat, bahkan saat kita tahu betapa bagusnya ide yang ada. Terlalu banyak memutuskan bisa membunuh tujuan hidup kita dengan sangat cepat.

Solusinya: hilangkan keputusan. Hyatt melakukannya dengan cara ini: Jangan memutuskan untuk berlari secara impulsif, tapi menyiapkan sepatu lari di malam sebelumnya (atau merutinkan lari). Dengan begitu Hyatt tidak perlu membuat keputusan di saat mepet. Ia hanya perlu mengikuti keputusan yang sudah ia buat malam sebelumnya.

Tanpa sadar, Hyatt sudah menerapkan teknik yang disebut “implementasi niat.” Implementasi niat itu seperti ini: pernyataan jika/maka sederhana yang kita buat di waktu sebelumnya. Dengan cara ini, apa pun hambatan yang kita hadapi, kita sudah memutuskan cara mengatasinya.

Inilah 2 kata “rahasia” yang akan sangat membantu mencapai tujuan hidup kita: jika dan maka.

Merencanakan untuk menang

www.campaignsandelections.com
www.campaignsandelections.com

Misalnya saja tujuanmu adalah pulang dari kantor jam 5 teng setiap hari agar kamu bisa dapat lebih banyak quality time dengan keluarga. Tujuan ini tampak seperti tujuan yang sederhana, padahal banyak yang menganggap tujuan yang penting. Masalahnya, kamu sering mendapat telepon di jam-jam itu, ada rekan kerja yang mengajak ngobrol, ada meeting mendadak, atau berbagai kejadian lainnya yang membuatmu tak bisa pulang cepat.

Setiap ada tuntutan baru di sore haru membuatmu perlu membuat keputusan mana yang lebih penting: pulang sekarang, atau penuhi permintaan baru yang terus-menerus datang.  Hal ini membuatmu merasa sangat kelelahan. Tiba-tiba saja kamu merasa loyo keluar kantor jam 6 sore (atau mungkin jadi terpaksa pulang malam).

Untuk melewati hambatan ini, kamu bisa menerapkan beberapa implementasi niat untuk menghadapi berbagai hal yang bisa membuatmu telat pulang. Berikut ini 3 implementasi niat yang bisa kamu pakai:

  • Jika ada telepon setelah jam 16:45, maka saya akan biarkan masuk voicemail
  • Jika ada rekan kerja melihatku sedang bersiap-siap pulang sementara ia mau mengobrol, maka aku akan bilang, “Aku akan sangat senang untuk mengobrol denganmu besok tapi aku sudah ditunggu di rumah sekarang.”
  • Jika ada permintaan meeting jam 16:00, maka aku akan memberi tahu penanggung jawab meeting kalau aku perlu keluar meeting jam 16:55 dan beres-beres barang sebelum meeting

Apa pun tujuan atau mimpimu, kuncinya adalah memikirkan cara mengatasi berbagai kemungkinan dan hambatan yang akan menghalangi tujuan hidupmu. Begitu kamu sudah memikirkan berbagai hal yang bisa menghambatmu, kamu bisa meresponnya lebih awal. Menjadi seperti otomatis, kamu langsung tahu apa yang perlu kamu lakukan saat hal itu terjadi.

Pikirkan satu tujuan yang berarti bagimu sekarang ini. Apa yang menghalangimu dari perjalanan menuju tujuanmu? Buatlah daftar implementasi niat. Tulis seperti contoh di atas, dalam bentuk kata ganti orang pertama: “saya/aku/gue.” Lalu evaluasi daftar implementasi niatmu secara rutin.

Perencanaan seperti ini memperlancar proses menjaga momentum. Selain itu, kita juga jadi lebih mudah mengatasi hambatan. Begitu kamu terbiasa melakukannya, poin-poin di daftar implementasi niat ini terjadi secara alami. Kamu tak perlu mengingatkan dirimu lagi untuk melakukan hal-hal yang mendekatkan dirimu dengan tujuanmu. Hal itu menjadi kebiasaan.

Butuh sedikit imajinasi untuk memikirkan apa saja hambatan yang mungkin terjadi, namun imbalannya setimpal. Menurut peneliti Peter M. Gollwitzer dan Gabriele Oettingen, ada hampir 100 penelitian dengan lebih dari 8 ribu partisipan yang membuktikan bahwa implementasi niat memiliki dampak signifikan dalam membantu mereka menjaga momentum dan meraih tujuan hidup.

Kita semua tahu kalau kita akan menghadapi hambatan. Namun jika kita merencanakannya jauh-jauh hari, kita punya peluang lebih besar untuk mengatasinya dan mencapai tujuan kita. Hanya dibutuhkan 2 kata sederhana untuk memulainya: jika dan maka.

Pertanyaannya, apa tujuan yang ingin kamu raih sekarang namun terhambat? Bisakah kamu membuat beberapa implementasi niat untuk membuat momentumnya meluncur lagi?

Tinggalkan komentar