Nyesel Banget Kalau Kamu Melewatkan Tempat Wisata di Ubud, Bali

UBUD BALI – Jika kamu akan atau sedang berwisata di Bali, salah satu desa yang bernama Ubud patut untuk kamu jadikan destinasi wisata. Banyak tempat wisata yang indah dan menarik di Ubud yang bisa kamu kunjungi dan semua tempat wisatanya sangat menarik.

Apa saja sih tempat wisata yang ada di Ubud, bali? Berikut beberapa dari sekian banyak tempat wisata di Ubud.

 

Ubud Monkey Forest

terraceatkuta.com
terraceatkuta.com

Ubud monkey forest merupakan sebuah hutan lindung yang terletak di Jalan Monkey Forest, Ubud, Bali. Objek wisata ini wajib dimasukkan dalam agenda kamu saat berlibur di Bali. Karena kamu bisa merasakan ketenangan, kesejukan dan kedamaian di Ubud Monkey Forest.

Selain itu, kamu juga bisa mengunjungi pura sakral umat Hindu Bali yang berlokasi di dalam Ubud Monkey Forest. Objek wisata yang memiliki nama asli Mandala Wisata Wenara Wana, tapi lebih dikenal dengan nama Sacred Monkey Forest Sanctuary ini bisa kamu tempuh dalam waktu kurang lebih satu jam dari Bandara Ngurah Rai.

 

Arma Museum Ubud

plesiryuk.com
plesiryuk.com

Bagi kamu yang suka dengan kesenian, museum seni agung rai atau lebih dikenal dengan nama Arma Museum Ubud merupakan tempat yang sangat cocok untuk kamu kunjungi. Karena banyak kesenian Bali dipajang di museum ini seperti patung, lukisan dan sebagainya.

Beberapa lukisan yang dipajang di Arma Museum Ubud adalah lukisan Kamasan, lukisan Pre War, lukisan dari orang Eropa yang tinggal di Bali, lukisan dengan aliran modern tradisional dan masih banyak lagi. Selain kesenian, kamu juga bisa melihat tanaman lily pound dan tanaman anggrek yang tertata dengan rapi.

Pura Taman Saraswati Ubud

www.flickr.com
www.flickr.com

Desa Ubud merupakan lokasi di Bali yang terkenal dengan wisata seni dan budayanya. Setiap hari diselenggarakan pentas kesenian Bali dan salah satu kesenian yang dipentaskan adalah tari kecak Bali.

Terdapat beberapa lokasi yang bisa dikunjungi untuk menyaksikan tari kecak Bali. Salah satunya adalah Pura Taman Saraswati Ubud. Di pura ini, terdapat sebuah panggung yang digunakan unuk menampilkan budaya Bali, seperti Tari Kecak Bali. Setiap bulan, pura ini menjadwalkan untuk menampilkan tari kecak.

Selain tari kecak, kamu juga bisa menikmati keindahan bunga teratai di kolam sekitar panggung. Kolam bunga teratai ini juga menjadi salah satu daya tarik Pura Taman Saraswati Ubud. Dan, satu lagi yang bisa kamu saksikan di pura ini, yaitu melihat seni ukir khas Bali. Setiap bangunan pura, dipenuhi seni ukir karya masyarakat Ubud, Bali.

 

Ayung Rafting Ubud Bali

www.cumilebay.com
www.cumilebay.com

Bagi kamu yang memiliki jiwa petualang dan menyukai olahraga air, olahraga rafting patut untuk dicoba. Rafting adalah olahraga air dengan menaiki perahu karet dan mengarungi derasnya air sungai.

Salah satu tempat yang bisa digunakan untuk rafting adalah Ayung Rafting Ubud. Ayung Rafting Ubud terletak di Desa Payangan Ubud Bali. Untuk menuju ke tempat ini, kamu harus membutuhkan sekitar satu jam dari Bandara Ngurah Rai, Bali.

Museum Neka Ubud Bali

liburlibur.com
liburlibur.com

Satu lagi museum yang ada di Ubud, yaitu Museum Neka Ubud, Bali. Museum ini terletak di Desa Payangan, Ubud, Bali. Nama museum yang dibuka pada tahun 1982 ini berasal dari nama seorang guru, yaitu Suteja Neka. Suteja Neka ini memiliki hobi mengoleksi lukisan. Oleh karena itu, namanya diabadikan dalam nama museum.

Lukisan di museum ini setiap tahun bertambah banyak dan saat ini jumlah lukisan yang ada di Museum Neka Ubud adalah 300 lukisan dari seniman lokal maupun mancanegara. Mengasyikkan bukan berwisata di Ubud, Bali?

 

Goa Gajah

commons.wikimedia.org
commons.wikimedia.org

Tak hanya pantai dan kesenian budayanya yang disukai oleh para wisatawan Bali, tetapi sebuah goa yang terletak di Ubud juga jadi incaran para wisatawan. Goa ini bernama Goa Gajah yang letaknya di di sebelah barat Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Untuk menuju ke goa ini, kamu harus menempuh perjalanan sekitar 26km dari Denpasar.

Goa gajah ini dahulunya diduga menjadi tempat pemujaan para bhiksu umat Budha. Karena kata goa gajah berasal dari kata “lwa gajah” yang berarti wihara tempat pemujaan. Sedangkan, “lwa” berarti sungai. Jadi bisa disimpulkan bahwa “lwa gajah” adalah tempat pemujaan yang terletak di tepi sungai.

Museum Blanco Renaissance

Museum Blanco, salah satu wisata ubud
fabulousubud.com

Jika kamu menyukai seni lukis, maka museum Antonio Blanco ini harus masuk dalam list liburan kamu di Ubud, Bali.

Pelukis yang mempunyai darah Amerika dan Spanyol ini sangat populer dengan hasil karya seni yang mengekspresikan wanita. Sekitar tahun 1953, seniman yang mempunyai nama lengkap Mario Antonio Blanco ini menikah dengan seorang penari Bali. Ia menjadikan istrinya sebagai model lukisan yang diberi nama Ni Ronji.

Mario Blanco membangun sebuah rumah beserta museumnya di atas tanah hibah dari Raja Ubud Puri Saren, Tjokorde Gde Agung Sukawati.

Museum yang terletak di kawasan perbukitan sungai Campuhan Ubud ini selalu ramai dan tidak pernah sepi setiap harinya. Kurang lebih ada 100 sampai 150 pengunjung, baik itu wisatawan lokal ataupun mancanegara. Bisa dikatakan mereka tertarik dengan hasil karya sang maestro yang legendaris itu.

Ketertarikan wisatawan yang besar pada lukisan Mario Blanco ini tidak lepas dari prestasi dan penghargaan yang ia peroleh. Diantara berbagai penghargaan itu adalah Tiffany Fellowship (penghargaan khusus dari perkumpulan Artist di Honolulu Hawai), Chevailer du Sahametrai, penghargaan dari Presiden Soekarno, pemberian tambahan nama depan “Don” oleh Raja Spanyol Juan Carlos I dan lain sebagainya.

Di dalam museum Mario Blanco ada sekitar 300 karya seni yang tersimpan rapi dan siap untuk dinikmati. Berbagai fasilitas yang ada disini adalah restoran, ruang santai, toilet dan art shop. Museum ini buka setiap hari mulai dari pukul 09:00 sampai 17:00.

Museum Puri Lukisan

Museum Puri Lukisa salah satu wisata ubud
ouradventureland.com

Museum Puri Lukisan merupakan museum yang tertua di Bali. Museum ini mempunyai kategori khusus, yakni karya seni lukis Bali tradisional, seni lukis Bali modern dan seni ukiran kayu.

Jika kamu menyukai lukisan atau ukiran dari kayu, maka kamu akan menemukannya di museum yang menjadi salah satu andalan tempat wisata Ubud ini.

Museum Puri Lukisan mempunyai sejarah yang panjang dan menarik untuk diceritakan. Awal berdirinya museum ini bermula dari keresahan oleh para seniman akan terjadinya pemiskinan budaya di Bali.

Karya seni para pelukis asal Bali sudah terkenal dan mendapatkan pengakuan mancanegara sejak awal abad ke-20. Beberapa dekade silam, karya para pelukis ini menyebar ke berbagai penjuru dunia sebagai buah tangan para turis. Hal ini membuat kekhasan karya lukis asal Pulau Dewata dikhawatirkan akan hilang dan sulit ditemukan seiring perkembangan zaman berlalu.

Kemudian, muncul lah pemikiran dan inisiatif dari berbagai tokoh untk mendirikan perkumpulan seniman yang diberi nama Pitamaha pada tahun 1936. Diantara para seniman yang menjadi pendiri Pitamaha adalah Tjokorda Gde Agung Sukawati (Raja Ubud), Walter Spies (pelukis asal Jerman, 1895-1942) dan Rudolf Bonnet (pelukis asal Belanda, 1895-1978).

Misi yang dijunjung oleh kelompok ini yaitu melestarikan serta mengembangkan seni Bali, baik berupa tradisional maupun modern. Di awal keberadannya, aktivitas kelompok ini antara lain membuat pameran untuk memperkenalkan karya para anggotanya yang mencapai 125 seniman ke kancah internasional.

Waktu demi waktu berjalan, keberadaan kelompok ini mengalami naik turun. Salah satu era krisis yang dialami Pitahama adalah akibat berlangsungnya Perang Dunia ke II. Kala itu, para seniman mulai merasa perlu untuk memiliki sebuah museum.

Pada tahun 1953, dibentuklah organisasi baru yang bernama Yayasan Ratna Wartha. Esensinya, pembentukan ini untuk meneruskan ide pemikiran dan visi yang sudah dicetuskan oleh Piramaha. Dan pada akhirnya, gagasan untuk mendirikan museum kesenian Bali bisa diwujudkan dengan perancangan Museum Puri Lukisan.

Secara umum, koleksi museum Puri Lukisan dibagi menjadi tiga jenis, yakni lukisan karya Pitamaha, lukisan wayang kemasan, lukisan karya I Gusti Nyoman Lempad, lukisan Bali era modern dan ukiran kayu.

Koleksi-koleksi ini disuguhkan di empat galeri. Adapun ke empat galeri tersebut adalah Galeri Pitamaha, Galeri Ida Bagus Made, Galeri Wayang dan sebuah galeri yang menampilkan informasi sejarah para pendiri Museum Puri Lukisan

Nyuh kuning village

desa wisata yang harus kamu kunjungi saat berada di bali
villa-bali.com

Bali adalah salah satu pulau di indonesia yang memiliki banyak kekayaan alam yang luar biasa indahnya. Selain terkenal dengan tempat wisata pantainya, bali juga mempunyai tempat wisata lain seperti taman, museum, sungai dan lain sebagainya..

Mencoba tantangan derasnya sungai telaga waja, yakni salah satu wisata sungai yang menantang adrenalin anda. Apabila anda sedang malas untuk bermain air, anda bisa datang mengunjungi pura di taman ayun yang sejuk.

Dan apabila kamu hanya ingin sekedar jalan-jalan santai, anda bisa mengunjungi monumen bajra sandhi di Denpasar bali yang tak kalah bagus dari monumen Monas yang ada di jakarta.

Lain dari tempat wisata pantai bali, tempat ini sangatlah tradisional yang masih kental dengan tradisi balinya. Nyuh kuning village nama tempat nya. Tempat ini adalah sebuah desa yang menyuguhkan keasrian daerah dan tradisi bali yang masih dipertahankan.

Lokasi desa wisata ini terletak di daerah ubud bali yang tak jauh dari wisata ubud lainnya. Tempatnya sangat strategis, yakni tepat berada di belakang tempat wisata sangeh taman monyet Bali..

Di nyuh kuning village ini menyediakan sebuah tempat penginapan hotel atau villa yang lokasinya berdekatan dengan lingkungan masyarakat sekitar bali dengan kentalnya tradisi bali yang tidak di tinggalkan dan masih terjaga hingga sekarang.

Banyak sekali wisatawan asing yang menginap disana dan betah sekali tidak ingin meninggalkan desa itu, karena desa wisata ini jauh dari kata modern yang menghiasi desa ini, melainkan kesederhanaan dan tradisi bali yang menghiasi desa dengan nuansa yang masih alami seperti pedesaan zaman dahulu.

Keramahan masyarakat sekitar menambah kebetahan para wisatawan untuk berlama-lama di tempat tersebut. Terdapat pula restaurant yang harus kamu kunjungi saat berkunjung ke desa ini.

Wisatawan yang mengunjungi tempat wisata Bali ini kebanyakan menggunakan kendaraan roda dua. Karena mereka ingin menikmati keindahan alam yang menakjubkan dan ingin merasakan suasana ketenangan pada saat berjalan melalui desa tradisional tersebut.

Trekking Authentik Bali

wisata alam ubud menawarkan banyak tempat yang harus kamu coba
tmstours.net

Kemudian khusus bagi kamu yang suka dengan kegiatan yang berbau petualangan, ada salah satu objek wisata yang ada di ubud yang harus kamu coba yakni kegiatan trekking.

Disana kamu akan dipandu oleh panitia yang telah di siagakan. disana menyediakan delapan trek yang berbeda semua tingkatannya. Semua trek ini berada di wilayah ubud dengan jarak tempuh 30 menit perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi baik mobil ataupun motor.

kemudian kamu akan berjalan melewati persawahan, sungai, saluran irigasi air, hutan, serta desa-desa. Disitu kamu jug akan melihat ekosistem budaya Bali dari sudut yang berbeda. Tak perlu takut kelelahan, karena permainan ini akan mengikuti batas kemampuan anda.

Teras Sawah Tegalalang

wisata alam tenggalang yang akan membuatmu betah dengan pemandangan hijaunya
bali-trans.com

Apabila anda berkunjung ke Ubud jangan sampai terlewatkan melihat dan berkunjung ke desa wisata Tegalalang, sebab desa ini menawarkan pemandangan persawahan dengan bentuk terasering.

Yang pastinya anda akan merasa sangat damai dan merasa nyaman sebab dengan nuansa alam pedesaan yang asri di tambah dengan hamparan sawah yang menghijau dan tersusun dengan begitu rapi.

Tegalalang merupakan salah satu andalan wisata di Ubud yang merupakan alam pedesaan dan persawahan yang terletak di sebelah utara Ubud dan dapat di tempuh menggunakan motor maupun mobil dengan jarak tempuh kurang lebih 1 sampai 1.5 jam perjalanan dari Kota Denpasar atau bila sudah berada di Ubud cuma memakan waktu 15 sampai 20 menit saja.

Jadi bagi para kamu yang berkunjung ke sana  alangkah baiknya juga jika merasakan nuansa bermalam di Hotel atau Villa yang berada disekitar Ubud supaya bisa dengan cepat dan tidak capek untuk menikmati pesona pedesaan dan persawahan tegalalang.

Suasana  Pedesaan tradisional dan Persawahan di Tegalalang Ubud

dengan nuansa alam yang masih dan kehijauan sawah yang tersusun rapi secara bertingkat dan membentuk anak tangga dengan hamparan tanaman padinya yang merupakan pemandangan yang tak terlupakan sebab jika dilihat dan di amati secara mendalam terlihat seperti hamparan permadani berwarna hijau yang menyejukkan pandangan mata kita.

Dan untuk melihat pemandangan yang memukau ini sangat cocok pada waktu siang hari  karena saat siang kita bisa melihat hamparan padi yang menghijau dengan lebih terang dan lebih menyala karena pantulan cahaya matahari.

Pasar Seni Ubud

wisata pasar seni ubud
plesiryuk.com

Di pasar tradisional ini, kamu bisa membeli berbagai aksesoris, buah tangan, barang kesenian dan lain sebagainya. Jangan lupa juga untuk melakukan tawar menawar di sini. Satu hal lagi, kalau kamu berkunjung ke Ubud, jangan lupa untuk mampir ke pasar Ubud yang posisinya ada di pusat kota Ubud.

Tepat di depan pasar seni Ubud ini, ada Puri Agung Ubud, yaitu sebuah bangunan bekas pemerintahan kerajaan Ubud di masa lalu. Dengan adanya situs ini seolah meyakinkan wisatawan bahwa Pasar Ubud ini memang ada di pusat Ubud.

Pasar Ubud dan lingkungan di sekitarnya adalah cagar budaya yang masih kental dengan suasana pedesaan tradisional Bali.

Sejak dahulu kala tempat ini sudah menjadi inspirasi bagi banyak seniman besar, yang salah satunya Antonio Blanco. Informasi yang terbaru adalah dipilihnya kawasan Ubud, termasuk Pasar Ubud sendiri sebagai tempat pengambilan gambar film Eat, Pray, Love yang bintangnya adalah Julia Roberts.

Puri Saren Agung Ubud

wisata puri saren agung ubud
pegipegi.com

Puri saren agung adalah sebuah istana ‘megah’ yang merupakan center poin kunjungan wisata di kawasan Ubud. Bangunan istana yang arsitektur aslinya masih dipertahankan ini punya nilai kearifan lokal yang terbilang tinggi. Di depannya juga ada pendopo (seberang) yang seringkali dijadikan sebagai tempat diadakannya ajang pentas seni.

Puri ini terletak di Jalan Raya Ubud, merupakan bekas istana raja Ubud yang dipakai hingga sekitar tahun 1940-an, bahkan beberapa keturunan dari kerajaan masih tinggal di Puri Saren Agung ini sampai sekarang.

Tempat ini begitu strategis karena berada tepat di pusat desa wisata, serta dekat dengan tempat pertunjukan kesenian dan pasar Ubud. Saat ini Puri Saren Agung juga dijadikan sebagai hotel.

Campuhan Ridge Walk

wisata teras sawah tegalalang
anekatempatwisata.com

Destinasi wisata di Ubud yang berikutnya adalah Campuhan Ridge Walk yang merupakan salah satu objek wisata alam bebas.

Campuhan Ridge Walk menyediakan perjalanan yang jauh dari hiruk-pikuk wisatawan, sehingga akan sangat cocok untuk kamu yang menginginkan untuk berwisata dengan santai dan tenang.

Melalui perjalanan ini, kamu dapat melihat pedalaman Bali yang nyatanya lebih murni, butik-butik kontemporer, dan wisma khas penduduk Bali.

Total panjang perjalanan ini ialah sekitar 9 km melewati lembah subur dari Sungai Wos dan sawah yang hijau, dengan latar belakang yang merupakan pemandangan dari Gunung Agung.

Gunung Kawi Ubud

wisata campuhan ridge walk
Campuhan Ridge Walk

Ubud juga memiliki Gunung Kawi. Gunung Kawi Ubud sendiri merupakan salah satu destinasi wisata yang populer di sini. Lokasinya adalah di Tampaksiring (18 km sebelah timur laut Ubud).

Dibuka setiap hari mulai pukul 07:00 sampai dengan pukul 05:00. Tempat ini merupakan komplek pemakaman dari Raja Anak Wungsu dan istri-istrinya yang kira-kira dibangun sekitar abad ke sebelas.

Untuk sampai ke situs ini, kita mesti menuruni tangga yang cukup dalam sejumlah 371 anak tangga. Sebelum masuk, kita akan dihidangkan dengan area persawahan yang cantik selama perjalanan.

Gunung kawi sendiri adalah bangunan candi yang dipahat pada dinding batu dengan tinggi sekitar 7 meter. Tiket masuk untuk pengunjung adalah Rp 15.000 yang sudah termasuk sewa kain sarung, karena kita sedang memasuki area pura. Di area tertentu, bahkan kita juga diharuskan untuk melepaskan alas kaki.

Museum Seni Agung Rai

wisata ubud museum seni agung rai
www.wartadewata.com

Di saat anda melakukan wisata di Bali dan memutuskan untuk berlibur di Ubud, tentunya anda tidak mau waktu liburan anda terbuang percuma. Bagi anda yang menyukai atau ingin tahu tentang kesenian Bali, museum seni Agung Rai atau yang lebih dikenal dengan nama Arma Museum Ubud, salah satu tempat wisata di Ubud yang harus anda kunjungi.

Pertanyaan yang akan muncul saat ini, apa saja yang akan di dapatkan jika mengunjungi museum di Ubud?

Begitu banyak museum yang terdapat di Ubud, lalu kenapa kami menyarankan anda untuk mengunjungi Arma Museum Ubud.

Ada beberapa hal yang membuat kami menyarankan anda untuk wisata ke museum Arma. Museum ini berada di pusat jantung pariwisata Ubud, tidak akan susah buat anda untuk mencari lokasi dari Arma Museum Ubud.

Hal Yang Menarik Di Museum Seni Agung Rai

Museum seni Agung Rai di bangun di lokasi yang kontur tanah naik turun, serta memiliki nuansa alam Ubud. Yang menjadi daya tarik terbaik dari museum Arma adalah desain kebun bernuansa budaya Bali.

Banyak patung yang terdapat di museum ini, selain itu anda dapat melihat Lily Pound dan tanaman anggrek yang tertata rapi. Kami tahu betul, tidak semua orang menyukai melihat lukisan atau melihat pameran seni.

Bagi anda yang menyukai nuansa kebun dengan desain khas Bali dengan nuansa berbeda, maka tidak ada ruginya mengunjungi museum Agung Rai Ubud.

Jika anda memutuskan untuk mengunjungi museum Arma, jangan lupa untuk membawa kamera. Begitu banyak hal yang dapat anda abadikan dengan foto di tempat wisata ini.

Biaya Tiket Masuk Ke Museum Arma Ubud & Jam Buka

Tiket masuk akan dikenakan sebesar Rp 50.000 jika anda mengunjungi museum Arma Ubud. Biaya tiket masuk sebesar 50 ribu rupiah, sudah termasuk minuman teh dan kopi yang anda dapat nikmati di salah satu kafe di museum ini.

museum Arma Ubud ini dibuka, dari jam 09:00 – jam 18:00 setiap hari, tentunya dengan waktu Bali.

Tinggalkan komentar