Dakwah Wali Songo, Mengislamkan Pulau Jawa

Islam merupakan agama yang terbesar di Indonesia, lebih dari 80% penduduknya adalah muslim. Kamu bisa bayangkan tuh, dengan jumlah penduduk yang lebih dari 200 juta jiwa, pastilah umat Islam sangat banyak di negeri ini. Pantas saja kalau Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

drmaryann.wordpress.com
drmaryann.wordpress.com

Semua itu tentu saja tidak lepas dari penyebar agama Islam di nusantara ini. Dan tentu kamu sudah tahu siapa yang menyebarkan Islam di Indonesia. Ya, Wali Songo, sekelompok da’i yang berjuang sampai Islam tegak di bumi Indonesia.

Islam masuk ke Indonesia sebenarnya sudah dari abad ke-10. Masuknya Islam adalah melalui kontak antara pedagang dari Arab dengan Kerajaan Sriwijaya. Bahkan, di Jawa ditemukan nisan seorang muslim yang bukan orang Jawa bertuliskan tahun 1082 atau abad 11 Masehi.

Dengan adanya jejak peninggalan sejarah tersebut, membuat kita yakin bahwa ternyata persebaran Islam di Indonesia sudah sangat lama. Setelah awal masuk ke Indonesia, Islam kemudian makin merata ke seluruh pelosok nusantara berkat dakwah yang dilakukan oleh Wali Songo.

 

Awal-mula Dakwah

khmunaharmuchtarhs.wordpress.com
khmunaharmuchtarhs.wordpress.com

Permulaan Wali Songo masuk ke Indonesia adalah dengan adanya laporan dari Ibnu Batutah kepada Khalifah Turki Utsmani, Sultan Muhammad I. Ibnu Batutah menyampaikan bahwa ada sebuah pulau yang sangat strategis dan padat penduduk. Tetapi pulau tersebut belum tersentuh dakwah Islam.

Kemudian, disusunlah sebuah strategi agar Islam dapat berkembang pesat di pulau tersebut, Pulau Jawa. Dikirimlah tim dakwah secara bertahap, tim tersebut sekarang kita kenal dengan nama Wali Songo.

Tim yang diutus oleh kekhalifahan Turki Utsmani tersebut sangat luar biasa. Tugasnya dijalankan dengan sangat baik, sehingga dapat mengubah wilayah Jawa yang tadinya memeluk Hindu-Budha menjadi beragama Islam.

Bahkan, banyak yang menyebut kalau tidak ada tim dakwah yang sesukses Wali Songo. Tim dakwah yang berhasil mengislamkan hampir seluruh penduduk di Pulau Jawa hanya dalam waktu setengah abad saja. Dari Wali Songo generasi pertama pada tahun 1404, sampai Wali Songo generasi kelima.

Berdakwah Sesuai Problematika Umat

www.donasi-kupang.org
www.donasi-kupang.org

Dakwah yang dilakukan oleh Wali Songo ini sungguh sangat terencana. Juru dakwah yang dikirim ke Pulau Jawa bukanlah orang sembarangan. Ada penyesuaian antara ilmu yang dimiliki oleh juru dakwah dengan masalah yang ada di masyarakat. Bukan hanya yang paham agamanya bagus saja, tapi juga ilmu lain untuk memecahkan masalah masyarakat.

Ada beberapa contoh yang bisa kita ketahui tentang bagaimana cara kekhalifahan Turki Utsmani mengirimkan pendakwah ke tanah Jawa.

Maulana Malik Ibrahim

akucintanusantaraku.blogspot.com
akucintanusantaraku.blogspot.com

Ketika akan dikirimkan pendakwah ke tempat yang masih minim pengetahuan pertaniannya, maka dikirimlah Maulana Malik Ibrahim. Seorang ulama yang merupakan ahli irigasi dan pertanian.

Saat masyarakat dilanda kemiskinan akibat perang yang terjadi, Maulana Malik Ibrahim atau yang kita kenal dengan Sunan Gresik berhasil menarik simpati masyarakat. Sunan Gresik berhasil menyejahterakan rakyat kecil dengan metode pertanian baru yang dia ajarkan.

Raden Ahmad Ali Rahmatullah

akucintanusantaraku.blogspot.com
akucintanusantaraku.blogspot.com

Raden Ahmad Ali Rahmatullah atau yang dikenal dengan Sunan Ampel dikirim ketika Kerajaan Majapahit sedang dalam kondisi yang lemah karena tata negaranya carut-marut. Sunan Ampel merupakan seorang yang ahli dalam bidang tata negara.

Sunan Ampel mengajarkan ilmu agama sekaligus ilmu tata negara di Ampel Denta. Bukan hanya masyarakat biasa saja yang belajar bersama Sunan Ampel, anak-anak Raja Brawijaya V juga ikut belajar di sana.

Nah, dari sinilah kedekatan dengan politik Jawa mulai dibangun. Kedekatan dibangun melalui pengajaran tentang ilmu dan juga pernikahan dengan kerabat kerajaan. Contohnya adalah salah satu murid Sunan Ampel, Raden Patah, seorang pangeran Majapahit yang kelak mendirikan Kerajaan Demak.

Maulana Maghribi

www.syahida.com
www.syahida.com

Tentu kamu tahu kalau di Jawa itu sangat kental dengan yang namanya klenik dan mistis. Untuk menghilangkan keyakinan semacam itu, maka diutuslah seorang ahli ruqyah bernama Maulana Maghribi atau yang dikenal dengan Syekh Subakir.

Walaupun Syekh Subakir tidak bisa menghilangkan kepercayaan kepada hal-hal mistis, paling tidak dia berhasil menunjukkan bahwa kekuasaan Allah melalui kalimat suci dan karomah wali itu begitu besar. Bahkan dapat mengalahkan para tukang sihir dan jin-jin jahat.

Tinggalkan komentar