Inilah 6 Fakta Unik Jembatan Suramadu

Jembatan Suramadu adalah salah satu jembatan paling megah di Indonesia. Jembatan yang menghubungkan pulau Jawa dan pulau Madura ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia. Jembatan ini mulai dibangun pada tahun 2003 dan membutuhkan 7 tahun untuk menyelesaikanya. Tahun 2010 jembatan ini akhirnya bisa digunakan untuk khalayak umum. Jembatan ini memiliki nilai ekonomi tinggi dalam percepatan ekonomi daerah Jawa Timur khususnya pulau Madura. Jembatan ini mempersingkat waktu perjalanan dari pulau Jawa ke Madura yang biasanya menggunakan kapal. Volume kendaraan yang dapat ditampung juga mengalami peningkatan.

Jembatan ini juga sering dijadikan tempat wisata, biasanya para pengunjung sekedar menyeberang ke madura hanya untuk menikmati suasana menyeberang melalui jembatan ini. Jika kita menyeberang di pagi atau siang hari, kita akan merasakan angin laut yang berhembus kencang, juga pemandangan pulau madura yang indah. Ketika malam hari tiba, kamu akan dimanjakan dengan lampu lampu yang menyinari seluruh bagian jembatan ini. Selain lampu sorot biasa, berbagai macam warna lampu menambah kesan cantik dari jembatan ini.

Untuk lebih mengenal tentang jembatan Suramadu, berikut ini adalah beberapa fakta unik tentang jembatan Suramadu.

 

10 Menit Saja

blogspot.com
blogspot.com

Jembatan Suramadu mempersingkat perjalanan dari kota surabaya menuju madura. Sebelum adanya jembatan ini, tersedia kapal feri untuk mengangkut penumpang yang ingin berkunjung ke pulau Madura. Jika menggunakan kapal feri perjalanan menuju pulau Madura bisa memakan waktu hingga 30 menit belum termasuk mengantre dan menunggu kapal berangkat. Sedangkan jika kita menggunakan jembatan Suramadu, kita hanya perlu 10 menit saja untuk sampai ke Pulau Madura.

Kuat 100 Tahun

http://nettik.net/
http://nettik.net/

Jembatan Suramadu dirancang sekuat mungkin untuk bisa bertahan lama. Jembatan ini menggunakan 650.000 ton beton dan 50.000 ton besi baja. Jembatan ini menghabiskan biaya hingga 4.5 Triliun rupiah. Jembatan terpanjang di Indonesia ini mampu menampung ribuan pengendara yang menyeberangi selat madura setiap harinya. Perancang jembatan ini memperkirakan bahwa jembatan megah ini dapat bertahan sampai 100 tahun yang akan datang.

Jembatan Terpanjang

philips.com
philips.com

Jembatan Suramadu menghubungkan pulau Jawa dan pulau Madura. Musium Rekor Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada jembatan Suramadu sebagai jembatan terpanjang di Indonesia, jembatan Suramadu memiliki panjang yang mencapai 5,43 kilometer yang terbentang dari Kota Surabaya (pulau Jawa) sampai Kabupaten Bangkalan (pulau Madura).

Diresmikan 2 Presiden

blogspot.com
blogspot.com

Karena memakan waktu sekitar 7 tahun, pembangunan jembatan ini diresmikan oleh 2 presiden Indonesia. Jembatan Suramadu dibangung pada tahun 2003 pada masa presiden Megawati Soekarnoputri dan selesai pada tahun 2010 ketika presiden indonesia ke 7 yaitu Susiol Bambang Yudhoyono sedang menjabat.

Biaya Tiket Masuk

wordpress.com
wordpress.com

Jembatan Suramadu adalah jalan umum yang dapat digunakan siapa saja. Jembatan ini mirip dengan tol yang mengharuskan membayar biaya retribusi untuk melintasinya. Namun bagi kamu pengendara motor tak perlu khawatir, sebagai pengendara motor kamu juga bisa menyeberang ke pulau Madura melalui jembatan ini. Biaya masuk jembatan suramadu dibagi menjadi 4 golongan yaitu :

  • Sepeda Motor: Gratis.
  • Golongan I: Rp30.000,00.
  • Golongan II: Rp45.000,00.
  • Golongan III: Rp60.000,00.

Tri Nusa Bimasakti

indonesiainfrastructurenews.com
indonesiainfrastructurenews.com

Gagasan Suramadu berawal pada 1960-an saat guru besar dari ITB (Intitute Teknologi Bandung) Prof Dr Setyadmo (alm) mengusulkan terobosan berani di zaman itu, yaitu menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatera. Ide gila itu mendapat respon berbagai pihak, dan pada 1965 dibuat desain oleh ITB jembatan melintasi Selat Sunda tersebut.

Gagasan dan konsep pengembangan jembatan antarpulau tersebut, tahun 1986 dikemukakan kepada presiden indonesia saat itu, Soeharto. Namun, meluas tidak hanya menyatukan Pulau Jawa dan Sumatra saja, tapi juga Pulau Jawa-Madura dan Jawa-Bali, dikenal dengan nama Tri Nusa Bima Sakti.

Menristek, Kepala BPPT saat itu, B.J. Habibie, mendapat tugas untuk mengkaji pembangunan tiga jembatan spekatakuler menyatukan Pulau Sumatera dan Jawa, berikutnya Pulau Jawa dan Madura serta Pulau Jawa dan Bali.