Saat Zaman Kegelapan Terjadi di Eropa, Peradaban Islam Justru Sedang Dalam Masa Keemasan

Jika membicarakan kondisi abad pertengahan, banyak yang menggambarkannya sebagai Dark Ages alias Zaman Kegelapan. Kondisi yang buruk ini dimulai saat abad kelima. Peradaban Yunani dan Romawi mulai runtuh. Keterpurukan ini terus berlanjut sampai abad kelima belas. Satu milenium berada dalam kegelapan.

Sistem feodalisme dan perbudakan yang mengakar di berbagai daerah

zaman feodal
Pada masa itu feodalisme sangat marak. Orang miskin dibuat untuk terus tetap miskin. Seorang bayi yang terlahir sebagai bangsawan tidak perlu pusing memikirkan nasibnya. Kaum buruh tani yang akan bekerja keras memberi upeti padanya sampai akhir hayatnya.

Kalau dalam istilah Soekarno, para orang miskin ini disebut Marhaen. Orang-orang yang dipaksa tidak punya nasib yang cerah. Ya. Sistem feodal ini memang dibawa ke negeri-negeri jajahan di Asia, Afrika, dan Amerika. Tepat setelah Dark Ages ini selesai di Eropa, sistem yang sama dipaksakan ke jajahan mereka.

Pemaksaan kepercayaan dan agama oleh penguasa dan pemuka agama

peradaban emas di Andalusia masih tersisa walau sudah dicoba dihapus lewat inkuisisi
peradaban emas di Andalusia masih tersisa walau sudah dicoba dihapus lewat inkuisisi

Pada zaman kegelapan ini, kebebasan untuk memegang kepercayaannya dikekang habis-habisan. Orang-orang yang tidak mau mengikuti agama dan kepercayaan penguasa akan dihabisi.

Sampai saat ini, penduduk Eropa masih mengenang pahitnya pemaksaan agama ini. Di Andalusia, selatan Spanyol, ada museum inquisisi bernama Seville Castillo San Jorge. Museum ini mereka ulang penyiksaan terhadap orang-orang zaman itu yang menolak dengan sadar kepercayaan penguasa.

Jika kita mencari kata kunci “museum inquisition” di google, akan muncul banyak foto cara-cara penyiksaan yang sangat tidak manusiawi. Dalam artikel ini tidak saya masukkan gambarnya karena terlalu mengerikan. Belum lagi inkuisisi di negara-negara lainnya yang mengerikan juga.

Tragedi kemanusiaan besar-besaran ini membuat bangsa Barat trauma akan adanya negara agama. Sampai sekarang, penduduk Eropa sangat anti dengan gagasan konsep agama memegang kekuasaan kembali.

Ilmu pengetahuan tidak berkembang dan mandek

Galileo Galilei dihukum karena ilmu yang ia punya bertentangan dengan gereja
Galileo Galilei dihukum karena ilmu yang ia punya bertentangan dengan gereja

Bukan hanya itu, Dark Ages juga membuat mandeknya perkembangan ilmu pengetahuan.Penemuan-penemuan ilmu pengetahuan yang tidak sesuai denganagama yang sedang berkuasa langsung ditolak. Buku Nicolaus Copernicus yang mengumumkan pada penguasa Barat bahwa Bumi mengelilingi matahari dilarang beredar.

Galileo Galilei yang memiliki temuan yang sama bahkan dipenjara oleh komite inkuisisi sampai akhir hayatnya. Alasannya karena kitab yang dipegang penguasa mengatakan Bumilah yang menjadi pusat semesta. Ini yang membuat jarang sekali penemuan di Eropa pada masa kegelapan.

Wabah penyakit yang membunuh ratusan juta manusia

black death menyebabkan kematian besar di eropa
Pada abad ke-14 muncul wabah besar di Eropa yang disebut Black Death. Penyakit yang melanda masih tidak jelas, namun erat kaitannya dengan masalah higienis yang dibawa oleh hama tikus.

Bermula di Italia, menyebar ke seluruh Eropa bahkan hingga ke Tiongkok dan Arab.

Diperkirakan sekitar 75 sampai 200 juta orang meninggal karena tragedi ini. Eropa kehilangan 1/3 penduduknya sementara Tiongkok hampir setengahnya.

Mengapa kematian besar-besaran ini bisa terjadi? Mandeknya ilmu kedokteran di Zaman Kegelapan membuat orang-orang pada masa itu tidak bisa bergerak cepat mengatasi wabah. Eropa tidak mengenal konsep higienis sampai abad ke-19.

Keterpurukan peradaban pada Middle Ages membuat masa-masa ini lebih dikenal dengan Dark Ages. Eropa kehilangan harapan. Kondisi sangat parah. Petrarch, seorang penyair Italia, menggambarkan betapa putus asanya masyarakat Eropa pada masa ini.

“Sudah takdirku hidup di dalam badai yang membingungkan. Tapi mungkin untuk Anda, kuharap Anda dapat hidup lama setelah kumati, akan melewati zaman yang lebih baik. Kelelapan dan kelalaian zaman ini akan berakhir. Ketika kegelapan telah buyar, keturunan kita akan lahir dengan cahaya yang murni.”

Saat Eropa Mengalami Dark Age, di belahan dunia lainnya justru sedang Golden Age

Zaman keemasan bermula dari mukjizat bernama Al Quran
Namun itu semua terjadi di Eropa. Benua yang dulunya sempat jaya lalu hancur moralnya. Di belahan dunia lainnya sebenarnya ada cahaya yang terang benderang.

Di Eropa sangat gelap, agama dan penguasa berkolusi menindas rakyat. Dogma mengikat rakyat erat-erat. Sementara itu di Jazirah Arab, ada peradaban di mana agama, penguasa, dan rakyat bisa hidup dengan harmonis. Dalam buku 1001 Inventions, National Geographic menyebut peradaban ini sebagai Golden Age—zaman keemasan.

Ilmu pengetahuan dan agama berjalan beriringan. Keduanya saling menguatkan. Tidak jarang pemuka agama berprofesi juga menjadi ilmuwan. Pemuka agama di Golden Age ini berperan mengingatkan penguasa, bukan berkolusi dengannya. Kritik terhadap pemimpin sangat dibuka.

Golden Age ini jaya di bawah naungan Islam. Peradaban emas ini adalah peradaban Islam. Peradaban yang terlupakan. Peradaban inilah yang membuat mata Eropa terbuka dan melahirkan Renaisance. Peradaban yang menjadi lilin penyebar cahaya. Bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk sekitarnya.

Memang 100 tahun terakhir peradaban Islam ini meredup. Yang perlu kita lakukan adalah mempelajari bagaimana cahaya Islam ini pernah menerangi dunia, mengeluarkannya dari kegelapan.

Cahaya Quran ada untuk menyebarkan sejarah cahaya peradaban ini. Melekatkan kembali umat Islam pada identitasnya sebagai pembangun peradaban, pelaku sejarah, pengubah dunia.

Karena selayaknya lentera, sudah menjadi tugas muslim mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Dengan Islam, zaman kegelapan tidak perlu ada. Yang ada hanyalah masa-masa keemasan peradaban dunia.

Tinggalkan komentar