Aksi Kecil Stop Global Warming Dimulai dari Diri Kita

Aksi peduli lingkungan akhir-akhir ini banyak didengungkan oleh berbagai komunitas. Pemerintah pun ikut andil dengan mencanangkan program diet kantong plastik.

Program pemerintah ini mengharuskan masyarakat membayar kantong plastik saat berbelanja di minimarket, supermaket, atau toko-toko ritel di beberapa kota. Besarnya harga kantong plastik menyesuaikan wilayah masing-masing.

Kebijakan ini mengundang pro dan kontra. Ada yang menyambut baik, namun ada yang memprotes lantaran larinya uang pembelian kantong plastik belum jelas kemana.

Sebenarnya mimpi memiliki lingkungan yang nyaman dengan mengurangi global warming dapat dimulai dari diri kita. Ada beberapa hal kecil yang bisa kita lakukan dengan mudah untuk menunjukan aksi peduli lingkungan.

Bawa Tas Belanja Sendiri

bagusgowes.wordpress.com

Sudah bukan rahasia bahwa plastik adalah sumber pencemaran lingkungan yang meresahkan. Agar dapat diurai oleh tanah, plastik membutuhkan waktu ratusan tahun.

Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik sangat besar. Sebagian besar masyarakat kurang menyadari dampak sampah plastik terhadap lingkungan.

Belilah tas belanja dari kain di supermaket. Tas ini dapat kamu gunakan berulang kali. Selain menghemat biaya membeli kantong plastik, kamu juga turut menyukseskan program pemerintah.

Belilah tas dengan ukuran cukup besar sehingga bisa menampung belanjaan bulanan yang banyak.

Kamu juga bisa berkreasi membuat tas belanja sendiri dengan baju bekas. Jahitlah dengan kuat agar tidak sobek saat digunakan menampung belanjaan.

Kurangi Penggunaan Listrik

www.mykomms.com

Beberapa hal kecil untuk mengurangi konsumsi listrik adalah mematikan lampu jika tidak diperlukan, mencabut colokan perlatan rumah jika tidak digunakan, mematikan AC pada ruangan yang tidak digunakan beraktivitas, dan sebagainya.

Awalnya perlu paksaan terhadap diri sendiri untuk melakukan hal-hal kecil ini. Namun lama kelamaan kamu menjadi terbiasa dengan gaya hidup hemat listrik.

Bukankah hemat listrik juga mengurangi pengeluaran keluarga? Sambil menyelam minum air. Selain berpartisipasi terhadap lingkungan, kamu juga melakukan penghematan.

Sebuah komunitas bernama Earth Hours berkampanye untuk mengurangi konsumsi listrik. Mereka mengajak masyarakat mematikan lampu dan penggunaan listrik selama satu jam pada suatu momentum.

Kurangi Penggunaan Tisu dan Kertas

matematikehidupan.wordpress.com

Sudah bukan rahasia bahwa tisu dan kertas dibuat dari pohon. Semakin banyak tisu dan kertas yang kamu gunakan, semakin banyak pohon yang ditebang untuk membuatnya.

Mulai dari dirimu sendiri, kurangi penggunaan tisu dan kertas. Kamu bisa menggunakan kertas reject di bagian belakang yang masih kosong. Sebisa mungkin gunakan media on line untuk penghematan kertas.

Sebagai contoh saat kamu mengirimkan karyamu agar dimuat di media masa. Kirimlah lewat email daripada mengirimkan dalam bentuk print out.

Cara ini turut berpengaruh terhadap penghematan keuangan. Kamu tidak perlu terlalu sering membeli buku dan kertas HVS baru.

Buanglah Sampah pada Tempatnya

natakatato.wordpress.com

Membuang sampah pada tempatnya bukanlah sesuatu yang sulit. Namun kenyataannya masyarakat Indonesia sangat sulit membiasakannya. Mereka seenaknya sendiri membuang sampah tanpa rasa berdosa.

Betapa sering kita menemukan sampah berserakan ditempat-tempat ramai seperti tempat wisata. Hal ini menunjukan tak hanya satu dua orang yang gemar membuang sampah sembarangan. Namun sebagian besar masyarakat.

Buanglah sampah pada tempatnya agar tidak mencemari lingkungan. Jika kamu kesulitan menemukan tempat sampah, simpanlah dulu sampahmu dalam tas. Buanglah saat kamu sudah menemukan tempat sampah.

Ada beberapa tempat yang sudah memisahkan tempat sampah organik dan non organik. Masukan sampah sesuai tempatnya. Pemisahan jenis sampah ini akan mempermudah dalam penanganannya.

Selain beberapa cara diatas, ada juga beberapa cara yang bisa kamu untuk menjaga lingkungan. Lakukan mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, dan mulai sekarang.

Tinggalkan komentar