Buat Anak Rohis, Tetaplah Istiqomah, Jalan yang Kamu Tempuh Sungguh Penuh Berkah

Beberapa tahun lalu istilah rohis sempat ‘meledak’ menjadi perbincangan semua kalangan. Apalagi sebabnya kalau bukan ‘label’ dari salah satu media televisi swasta nasional yang menyebut anak rohis sarang teroris.

Sungguh tuduhan yang jahat dan keji, meskipun kemudian pihak televisi melakukan permintaan maaf. Dampak pemberitaan tersebut jauh lebih masif ketimbang pengaruh koreksi dan klarifikasi beritanya.

Saat itu, bahkan hingga saat ini barangkali masih saja ada orang tua yang bersikap skeptis jika anaknya berniat ikut rohis. Sungguh berapa banyaknya kesempatan kebaikan yang mestinya diterima pemuda muslim tiba – tiba lenyap begitu saja.

Nah, buat kamu yang baru mendengar istilah rohis, kepanjangannya adalah rohani islam. Rohis adalah istilah umum yang digunakan merujuk pada organisasi siswa sekolah yang khusus bergerak dalam bidang kajian dan penyebaran kebaikan islam.

Kalau kamu tertarik ikut rohis, jangan mundur, jangan ragu. Buat kamu yang sudah masuk rohis, jangan surut, jangan takut. Tetaplah istiqomah karena jalan tempat kamu melangkah sekarang, sungguh penuh berkah.

Belajar Etika Pergaulan Islam

umy.ac.id

Saat ikut rohis, tentunya kamu secara otomatis akan belajar tentang etika pergaulan yang islami. Tidak hanya belajar bagaimana bersikap terhadap lawan jenis, pun bersikap pada orang yang lebih tua dan orang yang lebih berilmu.

Anak rohis tahu bagaimana berorganisasi secara islami dengan lawan jenis. Dari situlah timbul kepahaman diri untuk bersikap secara wajar terhadap lawan jenis. Maka mana mungkin anak rohis bersikap kurang ajar, menatap wajah lawan jenis saja tak berani.

 

Berkumpul Dengan Satu Rumpun

ddhongkong.org

Semua orang tahu bahwa lingkungan sangat mempengaruhi sikap dan kepribadian. Ilmu psikologi pun membenarkan hal ini. Maka dengan berkumpulnya kamu dengan anak rohis apa yang kamu serap akan sangat terjaga.

Pembicaraan anak rohis tidak akan jauh – jauh dari ibadah sunnah, metode hafalan Quran, kajian bersama ustad dan tentu saja buku bacaan inspiratif yang cocok untuk anak seumuran SMA.

 

Berlomba dan Menjadi Sarana Kebaikan

abidmenulis.blogspot.com

Tidak hanya sekedar berkumpul dan berdiskusi tentang islam. Secara praktek, kamu tentu akan berlomba – lomba dalam berislam bersama teman – teman rohis kamu.

Sangat lazim kalian berpuasa senin kamis bersama, saling mendukug hafalan Quran bersama, hingga pinjam meminjam literatur dan buku islami bersama.

Maka tentu akan lahir para remaja islam yang dalam pemahamannya, serta baik akhlaknya. Anak rohis menjadi sarana sekaligus role model bagaimana seharusnya sikap seorang pemuda terhadap agamanya.

 

Tidak Ada Liburan, Lebih Banyak Bertafakur

kmmpugm.blogspot.com

Kalau organisasi kesiswaan lainnya lebih memilih menghamburkan uang untuk liburan dan belanja, anak rohis tentu berbeda. Anak rohis lebih sibuk berkoordinasi dengan lembaga dakwah kampus, merencanakan kunjungannya.

Mempelajari bagaimana manajemen masjid pada kakak – kakak mahasiswa, atau bahkan mengunjungi pesantren untuk berguru pada santri – santri yang ilmunya jauh lebih mumpuni. Sesekali mungkin berkunjung ke pantai atau tempat wisata. Namun, tidak akan terlewat satu pun keindahan alam ciptaan Allah tanpa ucap masyaAllah yang penuh ketakjuban. Dan jadilah bertambah kesyukuran.

 

Adaptasi Awal Sebelum Masa Perkuliahan

unsplash.com

Seks bebas yang terjadi pada remaja SMA mungkin sangat mudah ketahuan. Namun, kehidupan perkuliahan jauh lebih bebas dan berbahaya hingga tak jarang bebasnya dunia malam anak kampus tidak pernah ketahuan.

Nah, kalau kamu pernah ikut rohis pada waktu SMA, setidaknya kamu sudah memiliki barrier awal atau dinding pembatas dengan dunia perkuliahan yang bebas tak terkontrol.

Lebih dari itu, kamu yang pernah ikut rohis sangat mungkin akan diidentifikasi oleh lembaga dakwah kampus. Setelahnya tentu saja kamu akan dipantau dan diajak untuk kembali bergabung dan berkumpul dalam lingkaran dakwah kampus.

4 pemikiran pada “Buat Anak Rohis, Tetaplah Istiqomah, Jalan yang Kamu Tempuh Sungguh Penuh Berkah”

  1. Masyaalloh…. artikel yg seperti ini yg perlu di sebarluaskan.agar adik” yg di luar sana dapat memilih lingkungan yang baik.

    Balas
  2. Artikel yg bagus . Saya mulai berubah sejak ikut rohis di sma. Meski kesibukan di organisasi ini tiada tara ditambah kewajiban halaqah & menjadi mentor halaqah adik kelas tiap minggunya, disamping mengejar nilai demi tes masuk pt.negeri. sempat berfikir utk fokus blajar aja , tp bukankah ,”barang siapa menolong agama ,maka Allah akan menolongnya”. Saya hanya berpegang pd janji ini. & hasilnya , luar biasa. Berkah sekali rasanya. Selanjutnya saat kuliah & setelah luluspun saya insyaallah selalu bersungguh2
    berada dijalan ini.

    Balas
  3. Setuju..
    Artikel yang bagus..
    Saya adalah salah satu dari 32 anggota ROHIS di sekolah..
    Pada awalnya, Saya adalah seorang yang sangat menutup diri, jarang berinteraksi, cenderung menyendiri dan sibuk dengan dunia sendiri..
    Tidak peduli dengan sekitar..
    Sejak saya mulai bergabung dengan ROHIS. tepatnya tahun 2013.. saya mulai peduli dengan orang lain.. tidak pernah sendiri lagi.. mulai menceritakan permasalahan saya kepada kakak tingkat..

    Akhirnya saya mengenal banyak orang..
    Bahkan berintraksi dengan siswa yang berbeda jurusan..
    Saya seperti memiliki keluarga lain..
    Alhamdulillah.. sungguh besar karunia yang Allah SWT berikan pada saya..
    ????☺☺

    Jadi buat adik2 atau siapapun yang ingin bergabung dengan ROHIS..
    jangan ragu yaa..
    Ini jalan yang baik.. ????☺

    Balas

Tinggalkan komentar