in

Jangan Jadi Mahasiswa Kupu-Kupu (Kuliah Pulang, Kuliah Pulang)

www.greentv.ipb.ac.id

Sudah bukan rahasia bahwa jam kuliah tak sepadat jam sekolah. Anak-anak di sekolah harus belajar di kelas setidaknya dari hari Senin sampai Sabtu, ada juga yang hanya sampai hari Jumat.

Jam belajar pun di mulai dari jam 07.00 pagi sampai jam 13.30, bahkan ada juga sekolah full day sampai jam 15.00.

Bandingkan dengan jam kuliah. Terkadang dalam sepekan hanya belajar di kelas selama 3 hari. Itu pun jam kuliah tidak padat. Akan ada banyak waktu luang sekalipun kamu sudah mengerjakan tugas kuliah.

Apalagi bagi kamu yang kuliah di bidang sosial. Kamu tidak perlu bertemu dengan praktikum. Alhasil waktu luang lebih banyak.

Beberapa anak gaul menggunakan waktu luang untuk jalan-jalan ke mall, nongkrong-nongkrong, wisata kuliner, selfie-selfie ria, dan sebagainya. Ada banyak pilihan kegiatan yang bisa kamu pilih untuk mengisi waktu luang dibandingkan berbagai kegiatan di atas.

Pilihan kegiatan yang juga bermanfaat untuk menyambut masa depanmu yang cerah. Beberapa kegiatan tersebut sebagai berikut.

Berorganisasi

radio.itjen.kemdikbud.go.id

Ada banyak pilihan organisasi yang bisa kamu pilih. Mulai dari Dewan Mahasiswa (DEMA), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), organisasai keilmiahan, organisasi keprofesian, organisasi seni, pers mahasiswa, english club, dan sebagainya.

Pilihlah salah satu organisasi tersebut yang paling pas denganmu. Dalam berorganisasi, kamu akan belajar bagaimana menjalankan sebuah sistem dalam organisasi sehingga kebermanfaatan yang akan kamu lakukan lebih rapi keberjalanannya.

Kamu juga belajar mengenal karakter banyak orang. Tak jarang ada gesekan-gesekan satu sama lain. Namun gesekan tersebut tak lantas membuatmu menjadi lemah. Justru dari sinilah kamu belajar bersosialisasi dan saling menghargai.

Kerja Part Time

www.hipwee.com

Pilihan kegiatan ini biasanya dipilih mahasiswa yang memiliki uang bulanan pas-pasan atau mahasiswa yang hanya mengharapkan jatah beasiswa yang sering terlambat di transfer.

Beberapa pekerjaan paruh waktu yang bisa kamu lakukan diantaranya mengajar les privat, menjadi pekerja di rental pengetikan, menjadi pelayan di rumah makan, dan sebagainya.

Bekerja part time membuatmu menghargai usaha untuk mendapatkan materi sekecil apapun. Kamu juga merasakan bahwa perjuangan orang tua mencari penghidupan tidak mudah.

Saat sudah lulus, kamu sudah terbiasa menjalani kehidupan yang keras di dunia kerja.

Berwirausaha

fauzinoerwenda.wordpress.com

Siapa bilang berwirausaha memerlukan banyak modal. Kamu hanya perlu modal tekad yang kuat dan keberanian. Terlebih di era digital seperti saat ini, kamu bisa membuka usaha on line sehingga tak memerlukan biaya sewa kios. Mulai dari reseller pakaian, baju, tas, dan sebagainya.

Pilihan usaha yang lain adalah membuka usaha diwilayah kampus seperti warung makan, konter pulsa, toko pakaian, dan lain-lain. Jika kesulitan mendapatkan modal, ajak beberapa temanmu untuk patungan. Keuntungannya dibagi rata pada semua pemilik modal.

Saat ini pihak beberapa kampus juga memiiki program kewirausahaan. Ikutilah setiap prosedur dari kegiatan ini. Ada yang menggunakan nama Program Mahasisiwa Wirausaha (PMW) atau Program Kreativita Mahasiswa Kewirausahaan.

Kamu bisa mendapatkan suntikan modal, pelatihan kewirausahaan, sampai strategi marketing dari program ini.

Melatih Soft Skill

law.umy.ac.id

Kamu suka menulis atau desain? Jangan biarkan bakat yang kamu miliki ini terkubur oleh waktu begitu saja. Asalahlah soft skill yang kamu miliki agar lebih bermanfaat. Bahkan kamu bisa mendapatkan uang dari soft skill ini.

Jika kamu menjalani pekerjaan sesuai soft skill yang kamu miliki, kamu akan lebih nyaman.

Kursus Bahasa

www.dipoenglish.com

Globalisasi menuntut setiap lulusan perguruan tinggi menguasai bahasa internasional, terutama bahasa Inggris. Tak hanya mendapatkan beasiswa S2, persaingan di dunia pekerjaan pun banyak yang mensyaratakan kemampuan berbahasa Inggris.

Gunakan waktu luangmu di sela-sela kuliah untuk kursus bahasa. Saat kamu sudah lulus, kamu siap dengan syarat penguasaan bahasa.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Written by Tri Nurhayati

Penulis freelance, muslimah biasa, hobi membaca, menulis, mengajar, dan belajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Sepelekan Anak Takut Berlebihan Kepada Hantu

Etika Menjenguk Bayi untuk Kenyamanan Bunda dan Si Kecil