Menyaksikan 10 Fenomena Alam yang Ada di Berbagai Belahan Dunia

Alam menyimpan jutaan keajaiban berupa fenomena alam yang terjadi di berbagai negara. Beberapa fenomena telah diketahui penyebabnya, namun juga tidak sedikit yang masih menjadi misteri. Bagaimanapun, adanya fenomena alam ini sudah sepantasnya menjadi bahan perenungan umat manusia untuk senantiasa menggali ilmu dan ingat kepada-Nya.

Fenomena alam tidak hanya terjadi di tanah tempat kita berpijak, tetapi juga terjadi di luasnya samudera bahkan di ketinggian awan. Inilah 10 fenomena alam beserta penjelasan ilmiahnya.

 

Sungai Bawah Laut

Sungai bawah laut
ripleys.com

Sungai bawah laut ini tidak terjadi karena faktor supranatural. Fenomena ini sepenuhnya ilmiah. Terletak di Cenote Angelita, Mexico, sungai bawah laut ini terjadi karena beberapa zat seperti hidrogen sulfur menyatu dengan sebagian air. Air yang tercampur tersebut akhirnya jatuh dan membentuk aliran yang terpisah.

Crop Circles di Dalam Air

Crop circle di dalam air
tert.am

Crop circles yang ini tidak berada di ladang jagung seperti crop circles pada umumnya, melainkan berada di salah satu dasar laut perairan Jepang. Ditemukan beberapa crop circles yang memiliki pola berbeda-beda. Pola-pola ini diproduksi oleh ikan kecil yang memiliki panjang tidak lebih dari 5 inci. Pola-pola ini dibuat oleh mereka dengan tujuan menarik pasangan.

Spherical Boulders

Spherical boulders
1-novosti.ru

Benda bulat ini murni bentukan alam selama 60 juta tahun. Bola ini awalnya dibentuk di dasar laut. Tetapi, karena erosi pantai, bola ini pun dapat disaksikan manusia di daratan. Bola-bola ini dapat disaksikan di pantai Koekohe, New Zealand.

The Gateway to Hell

The Gateway to Hell
swide.com

The Gateway to Hell yang berada di Turkmenistan ini merupakan tempat keluarnya gas alam melalui celah-celah bebatuan. Saat ada pemicu, maka tempat yang penuh dengan gas tersebut pun terbakar. Selain Turkmenistan, fenomena ini juga terjadi di gunung Yanar Dag di Azerbaijan.

The Everlasting Storm

The everlasting storm
vagabond.se

Dinamakan The Everlasting Storm karena petir ini terus keluar hingga 160 hari dalam setahun, 10 jam per hari dan 280 kali per jam. Fenomena alam ini terjadi di Venezuela. Di sungai Catatumbo, jenis awan yang sangat unik berputar dan menciptakan petir seperti gambar di atas.

Waterspouts

Waterspout
huffingtonpos.com

Waterspouts adalah tornado yang terbentuk di atas air. Waterspouts dapat mencapai kecepatan hingga 305 km/jam. Tornado air dalam gambar di atas terjadi di Kroasia.

Morning Glory Clouds

Morning glory clouds di dekat Burketown
abc.net.au

Morning Glory Clouds adalah fenomena alam yang terjadi pada awan. Awan jenis ini dapat meregang sepanjang 1000 km dan berada pada ketinggian hingga 2 km.

Salah satu tempat yang cukup sering mengalami fenomena ini adalah Burketown, Queensland, Australia. Di sana, awan ini terjadi tiap musim semi. Awan ini dapat menyebabkan turbulensi yang hebat pada pesawat terbang.

Finnish Lapland

Pohon di Lapland, Finlandia saat musim dingin
travelask.ru

Lapland adalah salah satu daerah terluas di Finlandia. Pada musim dingin, pepohonan di sana akan diselimuti oleh salju yang sangat tebal sehingga tidak tampak seperti pohon.

Lenticular Clouds

Lenticular-Clouds
toptenzpictures.com

Lenticular Clouds adalah awan berlapis-lapis yang terbentuk karena adanya udara lembab yang dipaksa mengalir ke atas di sekitar puncak gunung. Para pilot pesawat akan sebisa mungkin menghindari terbang di dekat awan ini karena akan memicu turbulensi yang kuat.  Adapun gambar di atas adalah lenticular clouds di Gunung Fuji, Jepang.

Bioluminescence

Bioluminescent di pantai
iflscience.com

Pantai ini memiliki air yang menyala berwarna biru.  Fenomena alam ini disebut bioluminescence, yaitu emisi cahaya yang dihasilkan oleh makhluk hidup karena adanya reaksi kimia tertentu. Bioluminescence telah ditemukan secara alami pada banyak makhluk hidup seperti bakteri dan organisme lain di perairan. Adapun fenomena alam ini dapat kita saksikan di beberapa negara, di antaranya di pantai Reethi, Maladewa.

Tinggalkan komentar