Tak Mudah Memutuskan Resign Kerja dan Menjadi Ibu Rumah Tangga Penuh

Dilema menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga penuh akhir-akhir ini banyak dirasakan wanita. Bukan keputusan yang mudah meninggalkan rutinitas bekerja di kantor yang sudah dilakoni bertahun-tahun untuk kemudian hanya berkutat di rumah.

Tidak ada lagi rekan kerja, dinas luar, hampir seharian di depan komputer, urusan dengan klien, dan debat dengan atasan. Kamu hanya akan menemui anak-anak yang suka membuat rumah berantakan, cucian kotor, alat masak, dan seabrek pekerjaan rumah tangga.

Banyak wanita yang menginginkan secara penuh di rumah dan mengurus anak meskipun karir yang dirintisnya sejak muda saat ini sudah dalam kondisi strategis. Namun tak sedikit ibu rumah tangga yang merasa bosan di rumah dan ingin bekerja di luar.

Kesimpulannya menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga membutuhkan keberanian dan kesiapan menanggung segala resikonya.

Beberapa hal dibawah ini dapat bunda pertimbangan untuk akhirnya memutuskan keluar dari kantor dan berganti status sebagai ibu rumah tangga.

Persiapkan Mental

nafas-diri.blogspot.com

Suasana rumah dan suasana kantor adalah 2 hal yang sangat berbeda. Sebelum kamu memutuskan keluar dari pekerjaan, persiapkan mentalmu dengan matang. Jangan sampai keputusanmu hanya keputusan hangat-hangat tahi ayam.

Minta dukungan suamimu agar ia turut berperan menguatkan keputusanmu.

Rancang Semuanya dengan Matang

bukausaha.com

Setelah kamu dan suamimu sepakat, rancanglah semua hal dengan detail dan matang. Terutama dalam hal pendapatan keluarga. Saat kamu resign otomatis sumber pendapatanmu macet.

Pikirkan untuk mengurangi pos pengeluaran yang tidak terlalu penting. Sebagai contoh memasak sendiri di rumah untuk menghemat pengeluaran, mengurangi jatah jalan-jalan, dan sebagainya.

Kamu juga bisa mengambil langkah mencari pekerjaan sampingan. Tentu saja pekerjaan yang tidak terlalu menguras waktumu di luar rumah.

Beberapa pekerjaan sampingan yang bisa kamu jadikan reverensi yaitu menjadi penulis, berjualan on line, mengelola usaha laundry yang dijalankan orang lain, dan sebagainya.

Kamu bisa mengatur sendiri jam kerja yang disesuaikan dengan jam tidur siang si kecil misalnya. Meskipun penghasilan tambahan ini awalnya jauh lebih sedikit dari penghasilanmu sebelumnya, tetaplah bersyukur.

Jika kamu tekun mengelola dan mengasah sumber penghasilan tambahan ini, bukan tidak mungkin suatu hari nanti penghasilan tambahan ini berkali-kali lipat lebih besar dari penghasilanmu bekerja di kantor.

Belajarlah untuk Menerima

www.mamarantau.com

Awal-awal tentu kamu akan mengalami dilema. Tak bisa lagi berdandan rapi dan wangi setiap hari, jenuh dengan suasana rumah, tak bisa berekspresi, dan sebagainya.

Namun kuatkan keyakinan dalam hatimu bahwa kamu melakukan ini semua untuk kebaikan keluarga. Sumber kebahagiaan tidak melulu masalah uang dan uang. Uangmu tidak bisa membeli kehangatan berkumpul bersama si kecil.

Belum lagi pergaulan remaja yang semakin lama semakin tidak karuan. Anakmu perlu bimbinganmu sehingga ia tidak terjebak dalam hal-hal buruk seperti itu. Terimalah dan nikmatilah semua hal saat menjadi ibu rumah tangga.

Sikap menerima juga diperlukan dalam pengelolaan materi. Mungkin saat kamu bekerja kamu bisa leluasa berbelanja on line, makan di luar, beli ini dan itu. Sekarang kamu harus terbiasa hidup sederhana.

“Tidak apa-apa, toh bajuku yang lama masih bagus dan bisa dipakai,” demikian contoh sugesti kepada dirimu sendiri.

Menerima akan membuat hidupmu bahagia. Hal-hal yang sederhana terasa menyenangkan. Barang-barang yang biasa saja terasa mewah untuk keluargamu. Kamu akan membuktikan kebenaran sebuah pepatah bahwa bahagia itu sederhana.

Jangan iri dengan kehidupan teman-temanmu. Kamu tidak tahu apa yang sebenarnya mereka rasakan. Bisa jadi ia juga iri dengan kehidupan yang kamu miliki saat ini.

Tinggalkan komentar