Menengok Keunikan Rumah Adat Madura

Madura merupakan salah satu pulau yang termasuk dalam wilayah Provinsi Jawa Timur. Seperti halnya semua wilayah di Indonesia, Madura juga memiliki tradisi, pakaianĀ adat dan rumah adat.

Dan di kesempatan ini kita akan lebih fokus membahas tentang rumah adat Madura. Masyarakat di Madura terkenal sebagai masyarakat yang sangat menjunjung tinggi nilai kekerabatan.

Hal tersebut bisa dilihat dari rumah adat Madura yang sampai saat ini masih banyak terpelihara dengan rapi di berbagai pelosok di pulau Madura. Masyarakat Madura menyebut rumah adat mereka dengan sebutan Tanean Lanjhang yang berarti halaman panjang.

Disebut tanean lanjhang karena beberapa rumah ditata secara berjejeran dengan rumah utama atau rumah induk berada di tengahnya. Para penghuni rumah-rumah tersebut masih berada dalam ikatan satu kerabat.

Rumah utama atau rumah induk biasanya dihuni oleh orang tertua atau sesepuh yang ada di keluarga tersebut. Sesepuh ini biasa disebut dengan kepala somah. Seperti halnya raja, biasanya kepala somahlah yang menentukan semua kebijakan yang berlaku dalam keluarga tersebut, terlebih lagi dalam masalah perkawinan.

sampangkabmuseumjatim.wordpress.com
sampangkabmuseumjatim.wordpress.com

Rumah induk biasanya ditandai dengan hiasan 2 cengger ayam yang saling berhadapan yang terletak di bagian atap. Hal ini bertujuan agar penghuni rumah selalu ingat akan kematian, karena hiasan tersebut mirip dengan batu nisan sebuah kuburan.

Rumah adat Madura biasanya hanya memiliki satu pintu di depan. Hal tersebut bertujuan agar kepala somah dapat mengontrol aktivitas keluar masuk semua anggota keluarga. Pintu tersebut biasanya juga dihiasi dengan ukiran-ukiran asli Madura.

Di sebelah kiri dan kanan rumah induk biasanya ditempati oleh anak-anaknya. Anak tertua menempati rumah sebelah kanan sedangkan yang lain menempati rumah sebelah kiri.

Selain itu biasanya tanean lanjhang juga dilengkapi dengan sebuah surau tradisional yang atapnya hanya berupa daun ilalang yang membentang sehingga melindungi orang di dalamnya dari sengatan sinar matahari dan dari air hujan.

Surau tersebut berfungsi sebagai tempat sholat sekaligus tempat kepala somah memantau orang-orang yang keluar masuk halamannya. Orang Madura biasa menyebut surau tersebut dengan langgar.

Itulah gambaran tentang rumah adat Madura. Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan komentar